' Membidik Melalui Festival Ketapel - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Membidik Melalui Festival Ketapel

Membidik Melalui Festival Ketapel

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:59 PM

MERUPAKAN ikhtiar pelestarian budaya. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melaksanakan festival Ketapel atau yang dikenal dalam sebutan lokal, Festival Bandring.

Alat permainan tradisonal yang sudah dikenal banyak mesayarakat sejak dahulu, kini kian tergerus dengan alat permainan berburu modern, seperti menembak dan berburu musuh dengan permainan PlayStation serta permainan perang perangan menggunakan replika senjata api yang disebut airsoft gun.

“Selain untuk melestarikan permainan tradisional, melalui festival bandring yang diikuti oleh dinas instansi se Kabupaten Purwakarta ini juga, bertujuan untuk mempererat jalinan siltarahim,” ujar Drs H Deddi Effendi SPd MPd, selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta di taman rekreasi Situ Buleud, Kamis (5/7).

Menurut Deddi, sejak dulu bandring merupakan permainan yang tidak lepas dari masyarakat. Bahkan setiap rumah baik anak-anak maupun orang dewasa, baik yang berada di pedesaan maupun perkotaan pasti memiliki alat tradisional tersebut. Selain untuk melatih ketepatan membidik, bandring juga digunakan untuk berburu.

Karenanya diharapkan, dengan digelarnya festival bandring yang merupakan kalender rangkaian hari jadi Kabupaten ke 44 dan hari  jadi Purwakarta ke 181, permainan tradisional ini dapat kembali dihidupkan. Yakni sebagai upaya pelestarian permainan trdisional yang bisa kembali digemari oleh generasi muda saat ini.

Dimengerti sejak lama, permainan bandring merupakan kekayaan budaya bangsa. Dengan adanya festival tersebut, maka tidak akan luntur tergerus zaman. Soalnya akibat derasnya arus modernnisasi, diniali telah membawa bermacam permainan yang tidak memiliki nilai didik bagi anak-anak dan generasi muda.

Katanya, dipilihnya bandring dalam event ketangkasan yang dilombakan, karena bandring merupakan permainan tradisional yang sejak dulu selalu dimainkan oleh masyarakat. Di samping itu, festival bandring juga merupakan upaya dari melestarikan permainan tradisi agar tidak punah, terutama untuk generasi yang akan datang.

Sementara festival bandring yang dipusatkan di area taman rekreasi Situ Buleud tersebut, cukup menyedot perhatian masyarakat Purwakarta. Di mana tiga orang peserta perwakilan dari setiap dinas instansi, pelajar maupun masyarakat diwajibkan membawa musik pengiring. Setiap peserta akan memperebutkan hadiah berupa enam ekor domba.YAS

Keterangan foto :
BANDRING : Kabag Humas dan Protokol Pemkab Purwakarta Nani Mardiani M MPd tengah memberikan support kepada stafnya yang ikut dalam Festival Bandring.YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger