' Manusia Rp 6 Triliun Dibekuk! - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Manusia Rp 6 Triliun Dibekuk!

Manusia Rp 6 Triliun Dibekuk!

Written By dodi on Wednesday, July 25, 2012 | 8:00 AM

PURWAKARTA - Setelah buron sekian lama atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang belasan ribu orang senilai Rp 6 triliun, pendiri Koperasi Langit Biru (KLB) Jaya Komara, akhirnya berhasil dibekuk polisi di sebuah rumah yang selama ini menjadi tempat persembunyiannya di wilayah Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (24/7). Pria yang populer dengan sapaan Ustad Jaya ini ditangkap petugas tanpa perlawanan berarti.

Informasi yang dikumpulkan koran ini, Jaya ditangkap Selasa malam saat sedang santai di rumah persembunyiannya. Dia ditangkap tim gabungan Bareskrim mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang. Jaya digerebek di tempat persembunyiannya dan pasrah saat digelandang polisi. "Betul sudah ditangkap, sekitar satu jam lalu (sekitar pukul 20.00 WIB)," kata Sutarman saat dihubungi wartawan, kemarin malam.

Namun, jenderal bintang tiga ini belum mengetahui persis detail penangkapan tersebut. "Sedang dijemput tim tindak pidana ekonomi khusus (Bareskrim) dan dalam perjalan," tambah mantan Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya ini seraya menambahkan Jaya Komara rencananya akan ditahan di rutan Bareskrim Polri untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Sutarman menambahkan, Jaya yang mengelola Koperasi Langit Biru dan menampung dana nasabah yang mencapai 12 ribuan ini untuk sementara dijerat pasal penipuan dan penggelapan. Jaya sendiri, berhasil mengumpulkan uang dari nasabah secara berjenjang dan mengiming-imingi nasabahnya dengan bunga 17-30 persen. Ditaksir, kurang lebih Rp 6 triliun sukses diraup berkat kepiawaiannya menjerat mangsa.

Sebelum berdiri, Koperasi Langit Biru bernama PT Transindo Jaya Komara (TJK). Jenis usaha mereka adalah pengelolaan daging dan hasil peternakan, bekerja sama dengan 62 penyuplai daging sapi. Perusahaan itu milik Jaya Komara, seorang mantan penjual kerupuk. Setelah itu, TJK kemudian bertransformasi menjadi Koperasi Langit Biru atau KLB pada Januari 2011.

Seluruh kegiatan KLB dipusatkan di sebuah kantor yang beralamat di Perum Bukit Cikasungka Blok ADF Nomor 2-4, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang; dan kantor cabang di Jalan BKT Raya, Gang Swadaya VI Nomor 1 RT 008/RW 01, Rawa Bebek, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Jaya Komara dalam koperasi ini juga memiliki posisi tertinggi, yakni Direktur Utama.

Untuk menjaring investor, PT KLB menawarkan dua paket investasi, yakni investasi paket kecil dan investasi paket besar. Investasi paket kecil bernilai Rp 385.000 atau setara dengan harga 5 kilogram daging dan investasi paket besar dengan nilai Rp 9,2 juta atau sama dengan 100 kilogram daging sapi. Profit yang didapat pada investasi paket kecil yang ditawarkan KLB adalah Rp 10.000 per hari.

Angka itu akan dibagi kepada perusahaan Rp 9.000, sementara investor Rp 1.000. Dengan demikian, dalam satu bulan, investor mendapat profit sebesar Rp 150.000. Adapun investasi paket besar dibagi lagi ke dalam dua pilihan, yakni investasi non-Bonus Kredit Sepeda Motor (BKSM) yang bonusnya senilai Rp 1,7 juta per bulan (dari bulan ke-1 sampai ke-9). Memasuki bulan ke-10, investor akan langsung mendapat bonus Rp 12 juta. Pada bulan ke-24, investor juga dijanjikan akan mendapat keuntungan Rp 31,2 juta.

Dengan tawaran yang menggiurkan itu, KLB akhirnya berhasil menghimpun 125.000 anggota dengan nilai total investasi mencapai Rp 6 triliun. Pihak KLB menjanjikan bahwa dana investasi itu akan diputarkan untuk menjalankan bisnis di daerah Tulung Agung, Jawa Timur. Namun, dari hasil penelusuran aparat kepolisian, bisnis di Tulung Agung ternyata tidak menghasilkan dan selama ini KLB bekerja gali lubang-tutup lubang atau hanya mengandalkan uang setoran investor baru yang masuk untuk membayar bonus investor lama.

Aktivitas penyerahan bonus akhirnya macet pada bulan Januari 2012 sehingga sejumlah investor yang merasa tertipu mengadukan persoalan ini ke Polres Tangerang Kabupaten. Selain itu, ribuan nasabah KLB juga menjarah kantor KLB. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan KLB pun kemudian dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Jaya yang mendapatkan  pun akhirnya ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga akhirnya berhasil dicokok di Purwakarta. YAS/COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger