' Manajemen Persib Galau, Rene Alberts Ditinggalkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Manajemen Persib Galau, Rene Alberts Ditinggalkan

Manajemen Persib Galau, Rene Alberts Ditinggalkan

Written By dodi on Tuesday, July 31, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Disebut-sebut menjadi kandidat utama pelatih Persib bandung, pelatih asal Belanda Robert Rene Alberts, kini malah diragukan kapasitasnya oleh manajemen Maung Bandung. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menyampaikan isyarat bahwa Kegagalan Robert mempertahankan klub Sarawak FA di kasta tertinggi sepakbola Malaysia menjadi penyebab keraguan manajemen Persib. Anehnya, setelah meragukan Persib, manajemen Persib malah melirik pelatih spesialis runner up, Miroslav Janu.

"Ya, dia gagal membuat Sarawak bertahan di Liga Super Malaysia. Itu membuat kita ragu, kita akan bicarakan lagi dengan konsorsium agar kursi pelatih diduduki orang yang tepat," ujar Umuh kepada wartawan, kemarin. Diketahui, Sarawak gagal bertahan setelah di laga play off, tim yang baru promosi tersebut kalah 0-1 dari Pahang. Umuh pun tak ingin salah mengambil keputusan, sehingga dia mempertimbangkan apa yang diraih oleh pelatih yang kini bebas transfer tersebut.

Meski begitu, Umuh tetap memahami apa yang terjadi pada Robert tersebut berbeda dengan apa yang terjadi ketika melatih Arema Indonesia. Saat itu Robert berhasil membawa Arema menjadi kampiun ISL 2009-2010. "Situasinya mungkin berbeda. Tim yang ditanganinya baru promosi, mungkin banyak pembenahan dan masalah teknis yang dia hadapi dalam upaya mengangkat prestasi Sarawak," tandas Umuh.

Namun galaunya Persib atas degradasinya Sarawak FC dari Malaysia Super League sebenarnya tak perlu terjadi. Sebab sejatinya, Robert Rene Alberts tetap pelatih kelas juara. Pelatih berusia 57 tahun kelahiran Amsterdam itu tetap memiliki reputasi hebat. Di Asia Tenggara, dia adalah pelatih dengan reputasi juara. Setidaknya, dia sudah merasakan tiga gelar juara di tiga negara yang berbeda.
Rene Albert pertama kali masuk Asia Tenggara melalui pintu Malaysia pada 1992. Saat itu, dia menukangi Kedah FA.

Pada musim keduanya, mantan pemain Ajax Amsterdam ini sudah membawa klubnya meraih gelar juara Liga Malaysia. Kemudian dia pindah ke Singapura, Rene Alberts pertama kali menukangi Tanjong Pagar pada musim 1996-98. Tapi, peruntungannya ada bersama Home United. Hanya semusim di sini, dia pun membawa Home United menjuarai Liga Singapura 1999. Baik di Malaysia maupun Singapura, Rene Alberts pernah terpilih sebagai pelatih terbaik. Bisa jadi, dia satu-satunya pelatih yang mampu meraih gelar itu di dua negara tetangga itu.

Selanjutnya, Rene Alberts masuk ke Indonesia pada 2009. Dia dipercaya menangani Arema Malang. Hebatnya, pada musim pertamanya, Alberts membawa Arema menjuarai Liga Indonesia. Dia jadi pelatih asing pertama di Indonesia yang mampu merebut gelar juara pada musim perdananya. Hanya di dua klub terakhir saja mantan pelatih Korea Selatan U-17 ini gagal. Keduanya yakni bersama PSM Makassar pada musim 2010 dan Sarawak FC tahun ini

Selain Rene, manajemen Persib juga membidik pelatih asal Ceko, Miroslav Janu, yang jam terbangnya memang lebih panjang di Indonesia. Tapi, dia kalah reputasi. Hanya pelatih spesialis runner-up. Miroslav Janu, pelatih kelahiran Praha, 52 tahun lalu, kembali masuk radar Persib Bandung. Dia termasuk salah satu kandidat pelatih untuk musim kompetisi mendatang. Tahun 2003, dia sudah mengawalinya dengan menangani Persigo Gorontalo.

Dia bergabung dengan Persigo setelah jadi pelatih untuk lima pertandingan bagi klub Divisi II Liga Ceko, Most, yang baru saja memecat pelatihnya, Lubos Urban. Musim berikutnya, dia menangani PSM Makassar sebelum pulang ke Republik Ceko, menjadi asisten bagi pelatih Karel Jarolim di Slavia Praha. Sejak berada di Indonesia, sudah empat klub yang ditangani Janu. Setelah jadi asisten pelatih Slavia Praha, dia menerima pinangan Arema untuk satu musim.

Janu lalu kembali pulang menangani tim junior Slavia Praha pada 2008-10 sebelum kembali menukangi Arema untuk satu musim. Terakhir, dia menangani Persela Lamongan. Selama di Indonesia, Janu lebih dikenal sebagai pelatih spesialis runner-up. Dua tahun menangani PSM Makassar, dia pernah membawa klub itu menjadi runner-up Liga Indonesia 2004. Begitupun ketika menangani Arema, dia membawa klub Malang itu sebagai peringkat kedua pada Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011.

Sementara itu, Ketua Pengda PSSI Jabar Bambang Sukowiyono mendesak pengurus Persib mulai berbenah. Sekalipun, kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, masih belum jelas. Maung Bandung memang belum menggelar rapat evaluasi, pascakegagalan di ISL 2011/2012. Bahkan, proses pembentukan tim masih terkatung-katung. Hingga saat ini, belum ada gambaran siapa saja pemain yang bakal dipertahankan. “Manajemen harus segera bekerja. Untuk evaluasi tidak perlu menunggu kepastian liga, baiknya harus dari sekarang. Tentunya evaluasi itu harus dibarengi dengan data-data akurat perjalanan Persib selama musim kemarin,”kata Suko-sapaan Bambang.

Suko juga berharap manajemen Maung Bandung secepatnya mengantongi nama-nama pemain, yang layak mendapat perpanjangan kontrak. Jika sudah begitu, kata dia, para pemain bisa disiapkan untuk langsung mengikuti sesi latihan. “Baiknya ada gambaran berapa persen pemain yang diperpanjang untuk musim depan. Biar mereka bisa terus berlatih dan tidak harus menunggu adanya pelatih. Jadi yang ada dulu saja dioptimalkan,” pungkasnya. FER/COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger