' LSM Laskar Satria Mandiri : Himbau Masyarakat Tolak 'money politic' - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » LSM Laskar Satria Mandiri : Himbau Masyarakat Tolak 'money politic'

LSM Laskar Satria Mandiri : Himbau Masyarakat Tolak 'money politic'

Written By dodi on Wednesday, July 25, 2012 | 8:00 AM

CIMAHI (LJ)- LSM Laskar Satria Mandiri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai masa tenang kampanye hingga hari pencoblosan Pemilihan pemilihan walikota Cimahi dan Wakil Walikota Cimahi yang akan di gelar 8 September 2012 mendatang.

"Di masa tenang adalah masa yang paling tidak tenang, namun dikhawatirkan akan ada pihak-pihak yang akan melakukan 'money politic' (politik uang), seperti adanya serangan fajar sebelum pencoblosan. Cara itu dilakukan dengan memberikan uang kepada warga untuk memilih pasangan tertentu, yang banyak dilakukan pada saat masa tenang,” ungkap Dewan Penasihat LSM Gema Satria, RD. Dedi Dirja, kepada LINGKAR JABAR, di Cimahi, kemarin.

Menurutnya, sekarang ini bukan hanya serangan fajar, tapi bisa juga serangan Dhuha, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Tahajud, dan silakan tunggu di jam tengah malam itu akan banyak yang bagi-bagikan duit.

"Kekhawatiran saya bukan tanpa alasan, kita bisa berkaca pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya, dimana ada beberapa kandidat yang terbukti melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Meski Kota Cimahi telah menjadi sebuah kota percontohan dan memiliki komitmen untuk melaksanakan Pilwalkot tanpa politik uang, hal tersebut patut diwaspadai," jelasnya.

RD Dedi Dirja mengajak segenap warga masyarakat Kota Cimahi untuk turut mencermati praktik politik uang di wilayah mereka. Bahkan kalau perlu untuk membuat efek jera para pasangan yang melakukan politik uang, ambil saja uangnya tapi tidak usah memilih orangnya, sesuai dengan pernyataan dari Kampanye Anti Politik Uang.

Sementara itu Ketua LSM Laskar Satria Mandiri, Dian Hadiatna, menambahkan, biasanya money politik dikaitkan dengan masalah suap-menyuap dengan sasaran memenangkan salah satu kandidat dalam suatu pemilihan. Padahal sebenarnya jika dilihat secara lebih luas, money politics dapat juga dihubungkan dengan segala macam pelanggaran menyangkut dana di dalam konteks politik (termasuk masalah kepartaian dan pemilihan umum).

“Memang yang paling menonjol adalah kecurangan dengan penyuapan. Tapi, ada pula bentuk-bentuk lainnya yang juga melanggar norma hukum yang perlu diwasapadai, khususnya mendapatkan dana dari sumber terlarang serta tidak melaporkan keberadaan dana ilegal itu,” tandasnya. (FEN)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger