' Lima Tokoh Budaya dapat Penghargaan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Lima Tokoh Budaya dapat Penghargaan

Lima Tokoh Budaya dapat Penghargaan

Written By dodi on Tuesday, July 3, 2012 | 3:51 PM

PEMERITNTAH Kota Bogor menganugrahkan penghargaan kepada lima tokoh budayawan dan seniman yang telah berkiprah memberikan pengabdian, sumbangsih, prestasi karya nyata dalam bidangnya masing-masing.

Kelima tokoh tersebut, tiga diantaranya berupa Anugrah diterima oleh almarhum MA Salmun (Budayawan), Tien Rostini Asikin (seniman), dan Eman Sulaeman (penulis/budayawan). Sedangkan dua lainnya berupa penghargaan diterima oleh R Atang Supriatna (koreografer tari) dan Jenjen Juansyah pimpinan Sanggar Seni Getar Pakuan Kota Bogor.

Anugrah dan penghargaan diserahkan Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan mewakili walikota Bogor. Lalu kesempatan itu mengatakan, hal itu sebagai bentuk apresiasi kepada seniman dan budayawan yang telah berjasa untuk melestarikan dan mengembangkan berbagai jenis produk seni budaya. Utamanya di lingkup Kota Bogor maupun Nasional. “Ini upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk meningkatkan motivasi para seniman dan budayawan dalam berkarya dan mengabdi pada kemajuan seni,“ kata Bambang, kepada LINGKAR JABAR.

Alm MA Salmun untuk kedua kalinya menerima anugrah dari Pemerintah Kota Bogor, setelah tahun 2011 lalu dalam acara yang sama juga menerima penghargaan serupa. Selain Salmun, tahun lalu anugrah budaya diterima oleh Alm Uka Tjadrasasmita (Arkeolog), dan alm dalang Entah Lirayana.

Alm MA Salmun layak menerima penghargaan, ia merupakan satu-satunya tokoh sastrawan di Kota Bogor. MA Salmun nama lengkapnya adalah  Mas Atje Salmun Raksadikaria lahir di Rangkasbitung pada tanggal 23 April 1903 dan wafat di Bogor pada tanggal 10 Pebruari 1972.

Salmun dimakamkan TPU Blender Kebon Pedes Kecamatan Tanah Sareal. Semasa hidupnya Salmun dikenal sebagai sastrawan generasi tahun 1920 an yang paling produktif sejak masa muda hingga akhir hayatnya. Meskipun penglihatannya terganggu dan nyaris tidak melihat, ia tetap menulis. Indra mata adalah organ terpenting di dalam upaya tulis menulis khususnya bagi seorang bujangga sekaliber Salmun.

Karya Salmun semula dalam bentuk dangding dan cerita pendek yang muncul dalam penerbitan Volksalmanak Soenda dan Majalah Parahiangan terbitan Balai Poestaka. Kemudian menulis wawacan, gending karesmen, bahasan (essay), roman, sajak-sajak dan yang lainnya. Nama MA Salmun kini diabadikan menjadi nama Jalan di Kota Bogor yakni Jalan MA Salmun.

Sementara itu, Tien Rostini Asikin atau lebih akrab disapa Ma Ageung selain dikenal sebagai seniman sunda Jawa Barat, juga sudah melanglangbuna ke berbagai negara untuk memperkenalkan seni budaya Sunda. Sedangkan Eman Sulaeman selain sebagai budayawan juga banyak menulis tentang budaya. Pensiunan RRI Bogor tersebut juga dikenal sebagai pemeran dalam sinetron televisi. KUH
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger