' Kujang Merupakan Kekayaan Budaya Dunia dari Jawa Barat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kujang Merupakan Kekayaan Budaya Dunia dari Jawa Barat

Kujang Merupakan Kekayaan Budaya Dunia dari Jawa Barat

Written By dodi on Wednesday, July 25, 2012 | 8:00 AM

Senjata kujang merupakan salah satu warisan budaya tanah Pasundan (Jawa Barat) menjadi salah satu dari 10 kekayaan seni budaya nasional yang rencananya dalam waktu dekat akan diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat diharapkan segera melakukan upaya khusus dan serius guna mendaftarkan kekayaan seni budaya tradisi Jawa Barat ke UNESCO.

“Pemprov Jabar tentu sangat merespon setiap upaya yang dilakukan elemen masyarakat untuk menyelamatkan dan melestarikan seni budaya tradisi. Apalagi ada upaya bersama untuk mendaftarkan kekayaan seni budaya tersebut ke badan dunia (UNESCO),” ujar Staf Ahli Gubernur, Dede Maryana, saat menghadiri dialog Usulan Tim Gugus HAKI dan Bahan Usulan World Heritage Warisan Budaya Jawa Barat, baru-baru ini di Bandung.

Bahkan menurut Dede Maryana, Tim Gugus HAKI yang dibentuk Disparbud Jabar terdisi dari Prof. Yesmil Anwar, DR. Miranda Risang Ayu dan DR. Boeki Wikagoe, tidak hanya mendaftarkan kekayaan budaya tradisi ataupun masa lalu saja, tetapi juga temuan budaya pada jaman modern. “Selain Kujang, Topeng, Kendang dan juga jargon silih asah silih asih silih asuh, perlu untuk didaftarkan,” ujar Dede.

Menurut dosen Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), Aris Kurniawan, yang juga pernah meneliti kujang selama tujuh tahun, mengatakan bahwa kujang layang diajukan sebagai warisan budaya dunia. “Kujang bukan hanya dikenal sebagai perkakas ataupun senjata tapi juga simbol sebagaimana keris yang dibuat oleh seorang empu,” jelasnya.

Kujang, tambah Aris, merupakan budaya luhur yang diciptakan masyarakat jaman dulu dengan proses sangat rumit dan waktu sangat lama, bisa bertahun-tahun lamanya, karena memang sangat mengutamakan seni. “Karenanya kujang sangat layang diajukan ke UNESCO sebagai kekayaan budaya dunia dari Jawa Barat,” ujar Aris.

Sementara DR. Miranda Risang Ayu, salah seorang Tim Gugus HAKI Jabar, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun dan memilih 10 budaya yang akan diajukan sebagai kekayaan budaya dunia ke UNESCO. “Tapi karena setiap daerah hanya mendapat kesempatan mengajukan satu untuk diajukan maka kita akan mengajukan kujang diantara benda budaya yang sudah di inventarisir,” ujar Miranda.

Untuk mendapatkan pengakuan UNESCOpun, menurut Miranda bukan perkara mudah. Karena senjata kujang yang akan diajukan harus bersaing dengan daerah atau provinsi lain di Indonesia dan setelah itu bersaing dengan produk seni budaya warisan leluhur dari negara lainnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger