' KPK Hanya Mampu Jerat Tikus Kecil di Hambalang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » KPK Hanya Mampu Jerat Tikus Kecil di Hambalang

KPK Hanya Mampu Jerat Tikus Kecil di Hambalang

Written By dodi on Friday, July 20, 2012 | 2:14 PM

KAB.BOGOR - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON), di Bukit Hambalang, Citeureup-Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun pimpinan KPK belum mampu untuk menjerat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang disebut-sebut oleh beberapa orang yang terlibat dalam aksi penyelewengan di mega proyek bernilai triliunan Rupiah tersebut.

Hingga Kamis (19/7), KPK cuma menetapkan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpora yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Hambalang, Deddy Kusnidar, sebagai tersangka kasus proyek Hambalang. Deddy sendiri dinilai sejumlah pihak hanya tikus kecil, bukan tikus besarnya. Padahal, selain M Nazaruddin--tersangka korupsi yang merupakan orang dekat Anas, anggota Fraksi Demokrat DPR RI Ignatius Mulyono sudah mengaku terang-terangan dirinya diperintahkan oleh Anas untuk membantu percepatan proses penerbitan SK Kepala BPN atas status tanah lokasi proyek Hambalang.

Ketika disinggung wartawan, Wakil Ketua KPK bidang penindakan Bambang Widjojanto memastikan pihaknya tak akan pandang bulu. Bahkan jika ditemukan dua alat bukti mengarah kepada Anas Urbaningrum, Bambang menyatakan pihaknya juga akan menjeratnya. "Pada saat yang tepat kalau proses sudah jalan dan kami harus sebut nama-nama pasti kami lakukan. KPK sekarang konsen ke DK, bahwa pengembangan akan ke yang lain terus dilakukan," kata Bambang.

Menurut Bambang, penetapan Deddy menjadi tersangka berdasarkan hasil penyelidikan. Dalam proses penyelidikan tersebut KPK berhasil menemukan oleh dua alat bukti. Oleh sebab itu, kata Bambang, KPK berkeyakinaan untuk meningkatkan status perkara ini menjadi penyidikan alias menetapkan tersangkanya. "Kalo sudah ditingkatkan dari lidik ke dik itu kan jelas sudah ada dua alat bukti, penyidik KPK sudah menyakini ada dua alat bukti. KPK mengembangkan penyelidikan dengan seksama, bukan hasil koar-koar. Dari pemberian keterangan dari orang-orang itulah maka ditetapkan DK ini," terangnya.

Guna pengembangan, Bambang pun mengatakan jika petugas KPK pada Kamis (19/7) melakukan aksi penggeledahan secara serentak di tujuh lokasi, di antaranya yakni Kantor Kemenpora, Gudang Arsip Kemenpora di Cibubur, dan Kantor Adhi Karya serta Wijaya Karya di kawasan Jakarta Selatan. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apa saja yang diperoleh dari aksi penggeledahan spektakuler tersebut.

Yang menarik, meskipun KPK telah menetapkan tersangka kasus Hambalang, pimpinan KPK masih merahasiakan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan. "Kalau ada kerugian negara, pasti ada. Berapa jumlahnya belum bisa disebut sekarang," kata Bambang tanpa menyebutkan jelas apa alasannya.

Sedangkan soal barang bukti yang sudah dikantongi penyidik KPK, dipastikan sudah ada dalam bentuk surat-surat dan dokumen penting lain yang berkaitan dengan proyek Hambalang. Bambang juga belum mau merinci secara spesifik pelanggaran yang sudah ditemukan KPK dalam pelaksanaan pengadaan proyek Hambalang ini. Dia hanya mengatakan kalau pelanggaran yang dilakukan tersangka Deddy Kusdinar, terkait tugas pokok dan fungsinya sebagai PPK Hambalang.

"Kalau secara umum berkaitan dengan pengadaan dan pembangunan sarana dan prasarana Hambalang. Pokoknya semua yang berkaitan dengan peran dia (Deddy) sebagai PPK," pungkasnya seraya menyebutkan bahwa oleh penyidik, Deddy Kusdinar disangka melanggar pasal pasal 2 ayat 1, pasal 3 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHAP. COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger