' Koperasi Syariah Menjadi Penggerak Perekonomian Rakyat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Koperasi Syariah Menjadi Penggerak Perekonomian Rakyat

Koperasi Syariah Menjadi Penggerak Perekonomian Rakyat

Written By dodi on Tuesday, July 24, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, koperasi syariah berbasis masjid akan menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah keterbatasan dalam permodalan. Namun demikian, tegas Hatta, beragam tantangan yang ada perlu ditangani secara profesional demi kemajuan koperasi syariah di tanah air.

"Tantangan utamanya adalah pemodalan," ujar Hatta dalam acara Pencananganan Gerakan Koperasi Syariah Berbasis Masjid di Gedung Dakwah, Jalan Batik Halus 25, Kota Bandung, akhir pekan kemarin. Dijelaskannya, permodalan koperasi syariah bisa dari berbagai sumber mulai dari infak, shadaqah atau zakat. Selain itu, modal koperasi juga bisa berasal dari anggota koperasi dalam bentuk simpanan wajib dan sukarela.

"Kemudian, modal koperasi juga bisa berasal dari linkage dengan perbankan. Hasil dari bagi hasil juga bisa dijadikan penyertaan modal koperasi," kata pria berambut putih yang juga menjabat Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu. Lebih lanjut, Hatta menjelaskan, tantangan lain yang dihadapi koperasi syariah berbasis masjid adalah upaya mengembangkan unit usaha. Dalam hal ini koperasi diminta jangan terpatok dalam satu jenis usaha saja.

Selain itu, kata Hatta, koperasi juga kerap lemah dalam tingkat kualitas Sumber Daya Manusia. Untuk itu, pengurus koperasi harus sering mengikuti pelatihan-pelatihan koperasi agar memiliki ilmu yang cukup dalam mengembangkan koperasi. "Sumber Daya Manusianya harus sering dilatih, itu kuncinya untuk kemajuan," katanya.

Hatta menambahkan, Koperasi Syariah berbasis masjid akan memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian. Meski begitu terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar koperasi syariah bisa maju. Hal pertama yang perlu dilakukan, adalah memiliki pengurus yang bekerja secara penuh (full time) dengan karakter amanah dan berkomitmen tinggi. "Pengurus yang bekerja di koperasi syariah harus bekerja full time jangan sambilan," ujarnya.

Syarat kedua, kata Hatta, koperasi syariah berbasis masjid harus membangun jaringan dengan perbankan syariah (linkage). Cara ini dipandang perlu untuk memperkuat permodalan. "Saya meminta kepada perbankan syariah untuk menyalurkan permodalan kepada koperasi syariah berbasis masjid," kata pria asal Palembang yang juga besan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Syarat selanjutnya, koperasi syariah wajib memiliki anggota yang mau berkomitmen untuk menghidupkan dan membesarkan koperasi. Para anggota juga harus berperan aktif dengan cara berbelanja atau melakukan peminjaman di koperasi. Kemudian kata Hatta, koperasi juga perlu menerapkan penyaluran kredit dengan jaringan yang terpercaya. Cara ini akan membuat dana penyaluran kredit lebih aman.

"Pihak yang mendapat bantuan dari koperasinya harus di cek dan dikenal sehingga uangnya tidak dibawa kabur," imbuhnya seraya menambahkan bahwa cara-cara tersebut sangat sederhana asalkan para pengurus koperasi memiliki modal semangat yang tinggi. Pemerintah juga akan mendukung sepenuhnya keberadaan koperasi syaraiah berbasis masjid demi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger