' Ketua DPRD Diganti, Suhu Politik Kabupaten Bogor Memanas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ketua DPRD Diganti, Suhu Politik Kabupaten Bogor Memanas

Ketua DPRD Diganti, Suhu Politik Kabupaten Bogor Memanas

Written By dodi on Wednesday, July 4, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR - Posisi Ketua DPRD Kabupaten Bogor berganti orang, dari Adjat Sudrajat kepada Iyus Djuher, keduanya merupakan politisi Partai Demokrat. Dengan peralihan jabatan ini, dipastikan suhu politik di Kabupaten Bogor bakal memanas. Sebab diketahui, Iyus merupakan rival politik Bupati Bogor Rachmat Yasin sewaktu masih aktif menjadi pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) maupun di saat perhelatan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2008 silam. Banyak pihak memprediksi, kedua tokoh ini akan berduel kembali dengan jabatan yang disandangnya menjelang Pilbup 2013.

Selasa (3/7) pagi, Iyus diambil sumpahnya dalam prosesi pengangkatan Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Cibinong yang disaksikan Bupati Rachmat Yasin, Wakil Bupati Karyawan Faturrachman, pimpinan unsur Muspida dan anggota DPRD. Kemudian dilanjutkan penyerahan palu pimpinan dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor lama, Adjat Sudradjat kepada Iyus Djuher yang akan memimpin DPRD Kabupaten Bogor pada sisa jabatan selama 2,5 tahun ke depan.

Kepada wartawan usai acara pelantikan, Iyus mengakui tidak mudah menggantikan posisi kapten kapal yang sudah berada di tengah-tengah jalan. Apalagi, hingga saat ini, masih banyak persoalan besar di Kabupaten Bogor yang masih terkatung-katung. Meski demikian, dia tetap komitmen menjungjung tinggi transparansi di era kepemimpinannya. “Di depan, belakang, kiri dan kanan saya banyak teman muda yang pintar. Bermodalkan sedikit pengalaman di eksekutif (1976-2003) dan legislatif (2004-sekarang), saya akan melanjutkan kepemimpinan di DPRD,” ujarnya.

Iyus juga berkomitmen untuk selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para wakil ketua, alat kelengkapan DPRD, juga para pimpinan fraksi untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Menanggapi masih banyaknya persoalan-persoalan besar yang belum terselesaikan di Kabupaten Bogor, Iyus mengaku siap menyelesaikannya melalui kerjasama, baik di internal DPRD maupun lembaga eksekutif.

Sebab, tambah Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor itu, sebagai pimpinan DPRD, ia tidak bisa berjalan sendiri dalam melaksanakan tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, badjeting dan pengawasan. “Orientasi fungsi pengawasan disini tak sekedar mengawasi, tetapi pengawasan terhadap maksud, tujuan dan manfaat setiap kebijakan yang dikeluarkan. Yang harus diketahui oleh umum adalah bahwa produk yang dihasilkan oleh DPRD, bukan dokumen negara, melainkan dokumen publik. Untuk itu, apapun yang dihasilkan DPRD akan saya berikan kepada masyarakat melalui media,” ungkap Iyus.

Menanggapi kenaikan pangkat rival politiknya itu, Bupati Rachmat Yasin mengemukakan bahwa sejak dulu, dirinya dan Iyus adalah sparing partner di dunia politik. "Pak Karyawan Faturachman selalu menjadi penengah ketika kami berdebat. Jadi kami bertiga ini seperti Three Musketeer yang dibesarkan bersama dalam perjuangan. Sekarang ini, kami bisa saling ciwit (cubit,red). Tidak ada lagi perbedaan, kami akan saling ta’aun untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujar Rachmat seperti hendak mementahkan anggapan banyak pihak bahwa hubungannya dengan Iyus tidak harmonis lagi.

Terkait hal itu, analis politik pada Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah (LPPD) Freddy PH Pasaribu, memprediksi gejolak politik di Kabupaten Bogor tak lama lagi akan terjadi. Sebab meski sejumlah elite Demokrat Kabupaten Bogor selama ini sudah sangat kecewa terhadap sikap Bupati Rachmat Yasin yang terkesan agak menjauh dari Iyus dan angggota Fraksi Demokrat di DPRD. Dengan posisi Iyus sebagai pimpinan Dewan, maka musuh politik Rachmat Yasin akan dapat lebih mudah untuk mengontrol dan menyerang kebijakan Bupati.

"Saya kira tak lama lagi akan ada isu-isu terkait dengan kebijakan Bupati yang akan digelindingkan kepada publik dari lembaga wakil rakyat. Tadi saya dengar pak Iyus sendiri sudah menyatakan komitmennya akan bersikap transparan dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Dewan. Saya kira ini merupakan isyarat, akan ada konflik dalam perubahan APBD 2012 dan penyusunan 2013. Ini terkait kepentingan politis menjelang Pilbup 2013, tak bisa dipungkiri," imbuhnya. BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger