' Kesal Kondisi Jalan di Cianjur Rusak: PIP Melepas 5 Ekor Tikus Putih di Kantor Bina Marga - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kesal Kondisi Jalan di Cianjur Rusak: PIP Melepas 5 Ekor Tikus Putih di Kantor Bina Marga

Kesal Kondisi Jalan di Cianjur Rusak: PIP Melepas 5 Ekor Tikus Putih di Kantor Bina Marga

Written By dodi on Wednesday, July 18, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR (LJ)- Kesal jalan di Kabupaten Cianjur banyak yang rusak, puluhan akitivis Pusat Informasi dan Prediksi (PIP), Selasa (17/7) mendatangi Kantor Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur. Aktivis PIP melepas lima ekor tikus putih. Aksi tersebut merupakan salah satu bentuk keprihatinan atas pekerjaan jalan di Kabupaten Cianjur yang kondisinya masih banyak yang rusak.
    Menurut Koordinator aksi, Cep Hadi Buana, pelepasan tikus putih tersebut merupakan simbol bahwa pelaksanaan pekerjaan dilingkungan Dinas Binamarga telah digerogoti oleh berbagai kepentingan. Sehingga mengakibatkan hasil dari pekerjaan tidak maksimal sebagaimana yang diharapkan.
    "Dengan sistem lelang elektronik atau istilahnya LPSE, tidak menjamin tidak akan terjadi persekongkolan kepentingan. Justru sebaliknya, indikasinya sangat kuat. Kami yakin dalam proses lelangnya saja petugas Binamarga itu mendapatkan tekanan dari orang yang kuat, sehingga berdampak pada suatu keputusan akhir dalam pelaksanaan pekerjaan," kata Cep Hadi ditemui disela aksi.
    Dikatakannya, hasil investigasi yang dilakukan beberapa pekerjaan jalan yang dilaksanakan Bina Marga, tidak sesuai dengan janji politik saat Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh mencalonkan diri yang akan melakukan perbaikan jalan. "Saat ini yang terjadi bukan skala prioritas yang didahulukan, kami menduga kepentingan yang dikedepankan. Sehingga banyak kondisi jalan yang kondisinya rusak yang semestinya harus segera ditangani malah terkesan dikesampingkan, sementara jalan yang masih cukup layak lantaran ada manfaat kepentingan malah diperbaiki," katanya.
    Pihaknya memprediksikan, lebih dari 50 persen kondisi jalan di Cianjur saat ini rusak parah. Padahal anggaran untuk perbaikan jalan cukup besar. "Mudah-mudahan dengan kado tikus ini mereka (para pejabat) malu, sehingga bisa melaksanakan pekerjaan dengan mengesampingkan intervensi yang ada, meskipun itu datangnya dari orang yang memiliki pengaruh besar," tegasnya.
    Secara terpisah Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan membantah kalau dengan sistem lelang elektronik menyuburkan aksi korupsi. Justru dengan sistem elektronik proses lelang bisa dilaksanakan secara terbuka dan persainganya bisa lebih sehat.
    "Tidak benar itu, justru dengan sistem elektronik semuanya lebih terbuka, siapapun pengusahanya bisa secara langsung mengajukan penawaran melalui elektronik, dan bisa diakses dimana saja asal ada jaringan internet," kata Atte.
    Pihaknya juga tidak menampik dengan proses lelang secara elektronik, ada beberapa oknum pengusaha yang keberatan, bahkan sampai mengarah pada ancaman dengan mempersoalkan jabatannya. "Kalau dibuka isi Short Massage Service (SMS) di hand phone saya sepertinya penuh dengan kata-kata kasar, bahkan kata-kata yang mengarah pada ancaman. Tapi saya tidak ambil pusing, karena proses lelang secara elektronik saya yakin hasilnya akan lebih baik lagi," tegas Atte.
    Bahkan kata Atte, ada ancaman akan ada demo ke kantornya. “Merasa kalah dalam lelang, ada yang sms mengancam akan menggelar demo,”kata kepada LINGKAR JABAR, sambil menunjukkan bunyi sms ke telepon genggamnya. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger