' Kenaikan Harga Kacang Kedelai Ancam Para Produsen - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kenaikan Harga Kacang Kedelai Ancam Para Produsen

Kenaikan Harga Kacang Kedelai Ancam Para Produsen

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:06 PM

KAB.PURWAKARTA (LJ) - Kenaikan harga kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu, yang telah mengancam para produsen yang akan terjadi gulung tikar. Harga yang menembus hingga Rp 8,500 perkilogram-nya itu, sangat memberatkan para pengusaha tempe dan tahu  di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

“Kami berharap, pemerintah bisa segera turun tangan, untuk mengendalikan harga kacang kedelai. Kalau tidak segera diatasi, akan banyak produsen di wilayah Purwakarta terancam gulung tikar," kata Mamat salah satu produsen tempe tahu diwilayah Purnawarman, Kabupaten Purwakarta kepada LINGKAR JABAR, Kamis (26/7).

Mamat menyatakan, kenaikan bahan baku tahu tempe itu, telah memberatkan para produsen. Karena produksi tahu maupun tempe bisa berhenti. Kenaikan kacang kedelai tersebut, dinilai cukup drastis hingga mendorong para produsen untuk mengatur strategi, seperti mengurangi ukuran dan ketebalan produksinya.

"Jika hal itu tidak dilakukan, para produsen tahun tempe, sulit untuk melanjutkan kegiatan usahanya. Kecuali, ada tambahan suntikan dana untuk modal usaha. Meskipun ukuran dan ketebalan produksinya dikurangi, saya menjamin tidak akan merugikan para konsumen yang sudah lama (langganannya-red)," ucapnya.

Para produsen tahun tempe di Kabupaten Purwakarta, lanjut dia, sangat rugi dengan kenaikan harga yang mencapai Rp.8,500 perkilonya. Tapi kelangkaan untuk mendapatkan bahan baku, sangat sulit untuk mempertahakan kegiatan usahanya. Selain itu, khawatiran tentang  kenaikan harga merupakan permainan para tengkulak.

"Para produsen tahu tempe di Purwakarta khawatir, kenaikan harga kacang kedelai merupakan permainan para tengkulak, untuk mengeruk keuntungan. Saya berharap, pemerintah segera turun tangan, untuk mengendalikan harga bahan baku tahu tempe tersebut, agar tidak banyak para pengusaha yang gulung tikar," pintanya.

Sementara dari pantauan, LINGKAR JABAR dilapangan, di Kabupaten Purakarta sudah ada beberapa produsen tahun tempe yang gulung tikar. Hal itu terjadi, kenaikan harga kacang kedelai terus melambung. Selain kenaikan harga yang menjadi keluhan, keterbatasa stok kedelai juga menjadi kendala bagi para produsen.

Seperti diketahui, pemerintah pusat sendiri tidak mampu untuk intervesi atas kenaikan harga kacang kedelai yang dikeluhkan oleh para produsen tahu tempe. Pemerintah banyak berdalih, kenaikan itu sangat lah wajar, karena mengukiti anomali iklim yang melanda negara-negara produsen kedelai di dunia termasuk Indonesia. Sehingga, tidak mampu mengintervensi harga tersebut. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger