' Kejari Cibinong Bidik Tersangka Lain Kasus Proyek Jalan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kejari Cibinong Bidik Tersangka Lain Kasus Proyek Jalan

Kejari Cibinong Bidik Tersangka Lain Kasus Proyek Jalan

Written By dodi on Monday, July 30, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR - Menyusul penahanan eks Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, AY, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong akan segera menetapkan beberapa orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Raya Pemda (Sukahati-Kedunghalang) yang diduga merugikan negara sebesar Rp 2,6 miliar. Disebut-sebut, seorang pengusaha dan seorang pejabat dinas teknis akan menjadi tersangka dan menyusul AY ke sel rumah tahanan (rutan) Pondog Rajeg, Cibinong.

"Tim penyidik Kejari bergerak cepat karena ada informasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini berupaya menghilangkan jejak. Dalam beberapa hari kedepan atau tak lama lagi, ada akan penambahan tersangka dan menyusul AY ke rutan Pondok Rajeg. Kalau tak salah, yang segera jadi tersangka beberapa orang, tapi soal siapa saja yang bakal jadi masih rahasia, belum diketahui persisnya," ungkap seorang sumber eksklusif yang memiliki akses ke kalangan petinggi Kejari Cibinong, kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sementara itu, terkait dengan penahanan anak buahnya di DBMP, Bupati Bogor Rachmat Yasin melalui Juru Bicaranya, David Rizar Nugroho, mengaku sangat prihatin dengan penangkapan AY. Bupati juga mengaku belum mendengar informasi lengkap soal alasan penahanan AY dan kasus yang tengah diselidiki Kejari. "Tetapi, saya menghormati langkah Kejari sebagai penegak hukum," kata Bupati Yasin seperti dikutip David melalui pesan singkat (SMS) yang diterima LINGKAR JABAR.

Ditambahkan oleh Bupati, dirinya menghargai lembaga dan para penegak hukum yang memiliki kewenangan untuk menetapkan status dan menahan AY. "Namun demikian, saya berharap publik dapat menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap AY. Seseorang dianggap bersalah di mata hukum kalau sudah diputus oleh pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Mari kita ikuti proses hukumnya sampai tuntas, jangan langsung menjustifikasi bahwa AY sudah bersalah," tegas Bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asep ditahan pada Jumat (27/7) sore lalu, karena diduga terlibat korupsi saat menjabat Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan pada DBMP Kabupaten Bogor. Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari  Cibinong Bayu Adhinugroho, Asep telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pembangunan peningkatan Jalan Sukahati-Kedung Halang. Dalam kasus itu, negara dirugikan sekitar Rp2,6 miliar. “Asep Yuyun diperiksa selama 5 jam sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Ada sekitar 50 pertanyaan yang diajukan,” kata Bayu.

Dia menambahkan, Asep sebagai kuasa pemegang anggaran dari proyek senilai Rp10,3 miliar yang dikerjakan PT Darmo Sipon itu, diduga tidak menjalankan pengawasan sehingga terjadi pengurangan spesifikasi bestek dari pengerjaan jalan. Asep pun dimasukkan ke sel di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pondok Rajeg selama 20 hari. Saat berada di dalam mobil tahanan, Asep mengaku tidak mengerti atas pemeriksaan dan penahanan itu. Menurutnya, ada pejabat lain yang seharusnya lebih bertanggung jawab atas kasus itu. ”Penyidik lebih tahu siapa yang paling bertanggungjawab,” jelas Asep.

Pihak Kejari Cibinong juga telah mendatangi tiga tempat, yakni Dinas Binamarga dan Pengairan, Unit Layanan Pengadaan, dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Kejaksaan menggeledah beberapa ruangan untuk mencari berkas proyek dan menyita sedikitnya 40 berkas pengadaan proyek, pelaksanaan, dan penyelesaiannya. Menurut Bayu, dalam kasus proyek jalan tersebut, peran tersangka AY cukup besar karena ia sebagai PPK dan KPA. "Dalam kasus proyek jalan penyidik menemukan indikasi kuat terjadinya tindak pidana korupsi," kata Bayu seraya menyebutkan ada indikasi terjadi peminjaman bendera dalam pelaksanaan proyek bermasalah itu.

AY akan ditahan selama 20 hari oleh kejaksaan Negeri Cibinong di Lapas Pondokrajeg mulai dari Jumat kemarin. Dan AY akan dijerat pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi ayat 1 berbunyi ; "Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)". BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger