' Kedelai Lokal Terbatas, Kedelai Impor Jejali Pasar di Jabar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Kedelai Lokal Terbatas, Kedelai Impor Jejali Pasar di Jabar

Kedelai Lokal Terbatas, Kedelai Impor Jejali Pasar di Jabar

Written By dodi on Wednesday, July 25, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Kepala Bidang Produksi Penanaman Pangan Dinas Pertanian Jabar, Uneef Primadi, mengakui saat ini kacang kedelai impor lebih mendominasi pasar lokal. Itu terjadi karena produksi kacang kedelai lokal masih sangat terbatas dan tidak dapat memenuhi kebutuhan, khususnya bagi publik Jabar. Menurutnya, secara rata-rata kebutuhan kedelai di Jabar mencapai 20 ribu ton per bulan atau sekitar 240 ribu ton per tahun. Sementara volume kedelai impor sekitar 2 juta ton.

Dikatakannya, Khusus Jabar tahun ini pihaknya menargetkan produksi kedelai sebanyak 81.507 ton. Luas lahannya mencapai 53.825 hektare. "Untuk luas lahan panen seluas 51.757 hektare," ujar Uneef pada sela-sela pelatihan di Hotel Karang Setra Bandung, Selasa (24/7). Akan tetapi, kata Uneef, produksi kedelai Jabar hingga April 2012 masih relatif rendah. Data menunjukkan, sampai April 2011 luas lahan mencapai 17.105 hektare. Sedangkan volume produk kacang kedelai Jabar sebanyak 10.591 ton.

Sementara itu, Kepala Seksi Palawija Dinas Pertanian Jabar, Dadan Hidayat, menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kedelai. Akan tetapi, ucapnya, pihaknya terkendala oleh ketersediaan lahan produktif.
Dinyatakan, agar kebutuhan kedelai Jabar sebanyak 240 ribu ton per tahun terpenuhi, butuh lahan sedikitnya seluas 100 ribu hektare. Rencananya, pada 2013, pihaknya melakukan perluasan areal tanam lahan kedelai hingga mencapai 61 ribu hektare.

Secara total, ujar Dadan, luas areal tanaman di Jabar hingga 2012 seluas 41.323 hektare. "Tahun lalu, arealnya lebih luas, yaitu 42.013 hektare. Berkurangnya luas lahan tersebut, kami kira, adanya pengalihan fungsi lahan," ujar Dadan pada sela-sela pelatihan di Hotel Karang Setra Bandung, Selasa (24/7).

Selain lahan, tukas Dadan, volume produksi pun menunjukkan trend turun. Selama 2011, produksi kedelai Jabar mencapai 35.657 ton. Pada 2010, produksinya 35.700 ton, dan pada 2009, volume produksi mencapai 41.775 ton. Ini terjadi karena fokus pemerintah lebih pada peningkatan padi. "Padahal, kedelai punya potensi yang luar biasa besarnya," pungkas Dadan. KUH
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger