' Kasus Personil Peterpan VS Dokter RSHS Bandung Tak Jelas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kasus Personil Peterpan VS Dokter RSHS Bandung Tak Jelas

Kasus Personil Peterpan VS Dokter RSHS Bandung Tak Jelas

Written By dodi on Monday, July 9, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Kasus dugaan kelalaian yang dilakukan dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr Reno Rudiman terhadap David, eks keyboardis Band Peterpan, hingga kini tak mengalami perkembangan berarti. Anehnya, penyidik sampai saat ini belum bisa menyimpulkan apakah kasus ini bisa terus lanjut atau tidak, oleh sebab hingga kini belum ada penetapan tersangka.

Seperti diketahui, pada 14 Mei lalu, David bersama kuasa hukumnya Monang Saragih melaporkan dr Reno Rudiman ke polisi dengan tuduhan kelalaian berat mengakibatkan luka berat Pasal 360 KUHP jo UU Kesehatan 36/2009. Dan kemudian, penyidik kepolisian memeriksa David dan keluarga serta dr Reno. Namun entah kenapa, perkembangan kasus ini seperti tak jelas alias mengambang.

"Status dokter yang dilaporkan masih saksi, belum ada penetapan tersangka," ujar Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Rosdiana saat dihubungi wartawan, Minggu (8/7 ). Rosdiana mengaku penyidik masih menyelidiki kasus ini. Saat disinggung apakah saksi ahli sudah diperiksa? Rosdiana menyatakan belum ada pemeriksaan saksi ahli.

Seperti diberitakan sebelumnya, David menyomasi RSHS lewat kuasa hukum-nya Monang Saragih. Keluarga David menuntut pihak RSHS dan dokter R yang mengoperasi David sebesar Rp 5 Miliar. Dalam keterangannya kepada wartawan, keluarga David mengisahkan, David masuk ke RSHS pada 13 Juni 2011 dan 14 Juni dipindahkan ke ruang bedah dengan keluhan nyeri di bagian perut. Hasil diagnosisnya terjadi peradangan pada kandung empedu.

David kemudian dioperasi dan dilakukan pengangkatan batu empedu oleh dr R yang merupakan spesialis bedah digestif pada Juni 2011 lalu. Namun setelah operasi, David mengalami sakit hebat. Ia pun berobat ke RS Advent dan diketahui saluran empedunya putus. Diduga akibat operasi sebelumnya. David sempat mengalami koma hingga tiga kali. Tak pelak, keluarga David menuding terjadi kelalaian saat David ditangani dokter RSHS.

Dan selanjutnya, melalui kuasa hukumnya, Monang Saragih, David melaporkan dr.Reno ke Polisi dengan tuduhan telah melakukan kelalaian yang mengakibatkan orang luka berat. "Kami laporkan itu Pasal 360 KUH Pidana yaitu secara tidak sengaja atau kelalaian yang menyebabkan orang luka berat. Ini kelalaian yang diperbuat oleh seorang dokter Reno dari RSHS," kata Monang Saragih kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung ketika itu.

Menurut Monang, dr Reno itu merupakan orang yang bertanggung jawab terkait dugaan malpraktik yang dialami David. "Sebab dia yang melakukan tindakan operasi pengangkatan kantong empedu klien kami pada 14 Juni 2011," ucap Monang. Waktu itu, lanjut Monang, dr Reno melaksanakan operasi menggunakan metode laparaskopi. Metode tersebut diklaim aman, nyaman, dan tidak terasa sakit. "Tapi beberapa hari setelah operasi, David malah sakit luar biasa," terang Monang.

Pihak David pernah melayangkan dua kali somasi yang ditujukan buat RSHS. Proses mediasi pun juga dilakukan. "Tapi tetap, merasa tidak bersalah. Mereka tidak merasa lalai. Kami mengganggap ini ada kelalaian. Karena tidak ada itikad baik hingga hari ini, maka kami lapor," terang Monang sambil memperlihatkan selembar kertas berupa surat Laporan Polisi (LP) bernomor LP/1322/V/2012/JBR/Polrestabes. Isi laporan itu tertera David sebagai pelapor, sedangkan dr Reno sebagai terlapor.

Sementara itu, pihak dokter dan manajemen RSHS melalui pengacaranya mengaku siap jika kasus ini dibawa ke jalur hukum. Menurut mereka apa yang terjadi pada David setelah operasi adalah risiko medis, sehingga tidak bisa dibebankan kepada dokter yang menangani atau pihak RSHS. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger