' Kantor Pertanahan Adalah Pelayan Masyarakat: - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Kantor Pertanahan Adalah Pelayan Masyarakat:

Kantor Pertanahan Adalah Pelayan Masyarakat:

Written By dodi on Monday, July 16, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan pelatihan & pengembangan SDM dalam rangka pelayanan publik.Sesungguhnya yang menjadi produk dari organisasi pemerintahan adalah pelayanan masyarakat. Pelayanan tersebut diberikan untuk memenuhi hak masyarakat, baik itu merupakan layanan civil maupun layanan publik.

Artinya, kegiatan pelayanan pada dasarnya menyangkut pemenuhan suatu hak. Ia melekat pada setiap orang, baik secara pribadi maupun berkelompok (organisasi), dan dilakukan secara universal.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Joko Heriyadi mengatakan, kegiatan pelatihan pengembangan SDM, merupakan upaya memberikan motivasi bagi para staf kantor Pertanahan, mulai dari satpam, petugas, loket,dan koordinator yang ada, didalam lingkungan Kantor Pertanahan untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik.

"Apa yang sudah diperoleh dalam pelatihan ini, sebaiknya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin serta diimplementasikan langsung,"kata Joko usai kegiatan Pelatihan & Pengembangan SDM Dalam Rangka Pelayanan Publik yang diselenggarakan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, di Kampung Gumati,Sukaraja, Kabupaten Bogor,kemarin. 

Dalam acara tersebut, dua orang motivator, Harsono SH, MSi,dan Deni mengatakan, selayaknya kita dapat mengendalikan diri dari emosi yang meledak-ledak.Ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dipunyai oleh para pelayanan publik. Paling utama disini, kita harus menghindari berdebat dengan customer dan tidak emosional.

Sebab, sebagai institusi yang berhubungan langsung dengan masyarakat. "Kita seringkali harus berhadapan dengan berbagai macam tipikal masyarakat, biasanya masyarakat pemohon seringkali datang dengan membawa berbagai keluhan, mulai dari masalah prosedur yang berbelit-belit, pelayanan yang lambat, sarana dan prasarana yang tidak memadai, petugas yang judes, tidak sopan, mengobrol saat melayani, terlambat melakukan pembukuan, terlalu lama pemberitahuan dan lain-lain.

Menghadapi hal semacam ini, kita sebaiknya harus dapat meredam dan mengontrol emosi. "Kita harus mendengarkan keluhan mereka, dengan penuh perhatian, kumpulkan fakta-fakta, tawarkan dan pertimbangkan saran costumer dan lakukan penawaran kembali atau tawarkan kepada cosutomer untuk mendapatkan pelayanan lanjutan," imbuhnya.

Dalam memberikan semangatnya Harsono meminta para peserta untuk bersikap lebih arif dan bijaksana, dan jangan merasa takut, apalagi sampai timbul rasa marah dan rasa benci. "Terima semua ini, sebagai kesempatan dan tantangan, juga buat mereka yang semula tidak puas menjadi puas," jelasnya.

Bila posisi kita sebagai bawahan, kata dia, segerakan keluhkan tersebut jangan menunda-nunda dan jika ada tindakan yang harus dilakukan oleh bagian lain. "Periksalah bahwa, tindakan tersebut telah benar, buat rekomendasi dan laporkan ke atasan, apabila berjanji dengan kosutomer melalui telpon maka hubungi dia dan penuhi janji anda," ujarnya.

 Selanjutnya kata dia mintalah bantuan atasan, Sebab emosi, adalah sesuatu keadaan yang bergejolak disertai dengan perubahan fisik. "Jangan lah sampai kita dikuasai oleh emosi. Tapi kita harus menguasai emosi," jelas dua motivator tingkat nasional tersebut.ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger