' Kabupaten Bandung Sukses Tekan Angka Buta Aksara - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kabupaten Bandung Sukses Tekan Angka Buta Aksara

Kabupaten Bandung Sukses Tekan Angka Buta Aksara

Written By dodi on Tuesday, July 31, 2012 | 8:00 AM

KAB.BANDUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung menyatakan terus berupaya melakukan intervensi dan melaksanaan sejumlah program untuk menekan angka buta aksara atau buta huruf di wilayah mereka. Tak heran, walaupun masih terdapat warga buta huruf, namun angkanya sangat kecil. Sehingga Kabupaten Bandung dua kali mendapatkan penghargaan Anugerah Aksara dua tahun berturut-turut.

"Kami akui hingga kini memang masih ada buta huruf di Kabupaten Bandung, tapi angkanya sangat kecil kok. Karena memang selama ini juga kami terus berupaya melakukan intervensi dan antisipasi," ujar Kepala Disdikbud Kabupaten Bandung, Juhaha, dalam keterangan persnya, Senin (30/7). Menurut Juhana, buta huruf sebenarnya terbagi kedalam tiga kelompok.

Pertama yang telah berusia diatas 65 tahun, kedua penyandang buta huruf karena keterbelakangan mental dan yang ketiga adalah kelompok usia produktif yang usianya di bawah 45 tahun. "Nah kelompok produktif dengan usia di bawah 45 tahun ini yang kami intervensi oleh program keaksaraan fungsional (Kaef). Sedangkan kelompok usia 65 ke atas tidak dilakukan intervensi dan untuk yang keterbelakangan mental ini masuknya ke dalam Sekolah Luar Biasa (SLB)," jelasnya.

Jika dipersentasekan, lanjut Juhana, angka buta huruf di Kabupaten Bandung sekitar 1% dari jumlah sekitar 3,3 juta penduduknya. Dan dari angka 3,3 juta penduduk itu, 0,3%-nya adalah penyandang buta huruf penyandang keterbelakangan mental dan penyandang buta huruf dengan usia di atas 65 tahun. "Kalau lihat presentasenya juga sangat kecil. Karena setiap tahun kami intervensi dengan program Kaef itu. Sedangkan dukungan anggarannya dari APBD dan APBN berkisar Rp1-Rp2 miliar per tahun," ucapnya.

Rata-rata, lanjut Juhana, warga yang masih terdapat penyandang buta huruf, bertempat tinggal di pinggiran. Seperti di daerah Kertasari, Rancabali, Ibun dan lain sebagainya. Sehingga, pihaknya lebih banyak menitik beratkan kegiatan di wilayah-wilayah tersebut. "Pelaksanaannya yakni oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga masyarakat nonformal inilah yang bergerak. Di Kabupaten Bandung sendiri ada 65 PKBM penyelenggara program Kaef itu sendiri," pungkasnya. GUS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger