' Jatah Raskin Jelang Lebaran Dipastikan Aman - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Jatah Raskin Jelang Lebaran Dipastikan Aman

Jatah Raskin Jelang Lebaran Dipastikan Aman

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:13 PM

KAB.BANDUNG (LJ)-Persediaan Beras Miskin (Raskin) menjelang Hari Raya Iedul Fitri 1433 Hijriyah, menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung, Dadang Hermawan, diprediksikan aman dan terkendali. Pemerintah telah melipat gandakan stok Raskin pada bulan Juli 2012 sampai bulan Agustus 2012 nanti.

"Penggandaan ini, untuk mencegah terjadinya kekurangan pangan terhadap masyarakat miskin. Jadi jumlah beras Raskin yang akan dibagikan bila sebelumnya hanya sekitar 2700 ton sekarang menjadi 5400 ton beras," kata Dadang kepada LINGKAR JABAR, Kamis (26/7).
   
Dadang sendiri mengakui, untuk tahun 2012 ini jumlah masyarakat miskin semakin bertambah. Penambahan dimaksud, selain jumlah masyarakat miskin bertambah juga ada masyarakat tak miskin tapi mau miskin disebut miskin," jelasnya.

Sehingga kata dia, kebutuhan Raskin dari bulan ke bulan semakin bertambah. Dari data yang diperoleh berupa Surat Keputusan Bupati Bandung Nomor :501/Kep.286-BKPPP/2012, tentang perubahan atas Keputusan Bupati Bandung Nomor: 501/Kep.75-BKPPP/2012 tentang Pagu Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) di Kabupaten Bandung tahun 2012, Jumlah Rumah Tangga Sasaran Raskin pada Bulan Juni-Desember 2012  adalah 222.683 Kepala Keluarga, Pagu Perbulan 15Kg x 3.340.245, dan Pagu Juni-Desember 2012 adalah 23.381.715.

Sementara pada tahun 2011 lalu, jumlah masyarakat penerima Raskin hanya sekitar 185.069 KK. Kenyataan ini dijelaskan Dadang Hermawan, bukan karena permintan dari pemerintah untuk penambahan pagu raskin. Justru sebaliknya, penambahan ini karena semakin banyaknya masyarakat yang mau miskin di wilayah Kabupaten Bandung.
   
“Kalau dulu raskin diprioritaskan untuk masyarakat miskin sesuai dengan data yang diterima oleh Badan Ketahanan Pangan. Tapi sekarang bertambah lagi pembagiannya kepada masyarakat mau miskin. Jadi besarannya jumlah pagu raskin tahun ini bergantung dari jumlah RTS yang ada yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung kepada kita. Dari data tersebut disusunlah jumlah kebutuhan masyarakat sesuai dengan peruntukkannya. Lebih tepatnya, penentuan data mesyarakat layak penerima raskin bukan dari Ketahanan Pangan melainkan dari BPS,” kata Dadang menegaskan.
   
Pada kesempatan yang sama, Ketua Rukun Warga 10, Desa Cangkuang Kecamatan Cangkuan Kabupaten Bandung, Adeng Rukmana, mengatakan, kebutuhan raskin diwilayahnya sampai detik ini belum merata sepenuhnya. Ada yang kebagian ada juga yang tidak kebagian sama sekali. Hal ini menurutnya jelas perlu dilakukan pengecekan lokasi kewilayahnya. Dengan demikian kebutuhan warga masyarakat bisa terakomodir dan terpenuhi.
   
Dia berharap, agar pemerintah Kabupaten Bandung, bisa segera melakukan pengecekkan lokasi ke daerahnya melalui instansi terkait. Hal ini menurutnya dilakukan atas nama warga masyarakat Desa Cangkuang yang jelas sangat membutuhkan raskin ketimbang masyarakat lainnya di wilayah Kabupaten Bandung.
   
“Kami sangat menunggu kedatangan tim evaluasi dari instansi terkait untuk membuktikan pembenaran pernyataan kami. Sebab walau bagaimanapun juga raskin merupakan hak masyarakat miskin. Jadi wajar bila kami mengharapkan adanya pemerataan terhadap warga masyarakat kami untuk pemenuhan kebutuhan pangannya. Dengan adanya survey dari pihak pemerintah, diharapkan bisa terealisasikan kebutuhan beras bagi warga masyarakat. Desa Cangkuang Kecamatan Cangkuang,” tandas Adeng Rukmana. (Gus).
      
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger