' Jasa Marga, Pemimpin di Industri Jalan Tol - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jasa Marga, Pemimpin di Industri Jalan Tol

Jasa Marga, Pemimpin di Industri Jalan Tol

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:19 PM

Jasa Marga merupakan perusahaan perintis penyelenggaraan jalan tol di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 01 Maret 1978. Sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Jasa Marga, Jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan industri jalan tol di Tanah Air. Berbekal pengalaman selama lebih dari tiga dasawarsa, Jasa Marga telah membuktikan kepiawaiannya dengan tetap menjadi pemimpin pasar di industri jalan tol di Tanah Air.

Hingga saat ini Perseroan telah mengoperasikan 531 km jalan tol atau 72 % dari total panjang jalan tol di Indonesia. Perseroan berhasil memenangkan 3 (tiga) konsesi baru yaitu Bogor Ring Road, Semarang-Solo, dan Gempol-Pasuruan pada tahun 2004 serta 2 (dua) ruas JORR 2 yaitu Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong pada tahun 2007.

Tiga ruas tol baru lainnya yaitu Surabaya-Mojokerto, JORR W2,  serta Gempol-Pasuruan juga menambah jumlah ruas tol yang saat ini dimiliki Jasa Marga. Sebanyak 8 (delapan) ruas tol baru dengan panjang sekitar 200 km yang saat ini sedang dipersiapkan Perseroan tersebut diharapkan dapat beroperasi secara bertahap antara 2011-2013.

Jasa Marga telah melalui berbagai peristiwa penting dan perubahan dalam perjalanannya. Pada awal berdirinya, Jasa Marga berperan tidak hanya sebagai operator, tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai otoritas jalan tol di Indonesia. Tahun 2004, peran otorisator dikembalikan kepada Pemerintah dengan dikeluarkannya Undang Undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan. Peran otorisator dilaksanakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Sebagai konsekuensinya, Jasa Marga menjalankan fungsi sepenuhnya sebagai sebuah perusahaan pengembang dan operator jalan tol dengan berorientasi pada kaidah-kaidah korporasi. Perubahan ini mendorong Jasa Marga untuk lebih fokus dalam mengembangkan bisnis jalan tol, mulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengoperasian jalan tol. Jasa Marga pun semakin mendapatkan kepercayaan pemangku kepentingan terutama investor karena manajemen dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan nilai perusahaan.

Hingga kini, Jasa Marga telah melakukan aktifitas usaha seperti melakukan investasi dengan membangun jalan tol baru, mengoperasikan dan memelihara jalan tol, mengembangkan usaha lain seperti tempat istirahat, iklan, jaringan serat optik dan lain-lain, untuk meningkatkan pelayanan kepada pemakai jalan dan meningkatkan hasil usaha perusahaan dan mengembangkan usaha lain dalam koridor jalan tol.

Selain dari menambah jalan tol, Perseroan mengembangkan usaha lain dengan mengkapitalisasi berbagai aset-aset yang dimiliki perusahaan diantaranya adalah penyewaan lahan dan Utilitas, saat ini Jasa Marga tengah menggarap jalur Serat Optik dari Bandung hingga Jakarta. Lalu pengembangan rest area, serta properti. Sampai akhir 2009, Jasa Marga telah membangun enam tempat istirahat (rest area), empat di antaranya berada di ruas Jakarta-Cikampek, satu di Bandung dan satu di Tangerang. Dan pada 2010 lalu Jasa Marga membangun 14 tempat istirahat lagi di lokasi berbeda.

Bisnis lainnya yang dirambah Jasa Marga, berbagai Jasa termasuk Jasa pengoperasian jalan tol pihak lain. Termasuk mengelola Jembatan Tol Suramadu yang menjadi kebanggan nasional. Selain itu Jasa Marga melalui anak perusahaan Sarana Marga Bhakti Utama telah melebarkan sayap ke berbagai bidang Jasa Lainnya seperti transportasi, pembangunan dan pemeliharaan jalan umum.

Pada tahun 2009 lalu usaha lain-lain ini menyumbang pendapatan sebesar Rp 42,01 miliar, naik dari Rp 31,76 milar pada tahun sebelumnya. Khusus pengelolaan Jembatan Suramadu, Terpilihnya Jasa Marga sebagai pengelola Jembatan sepanjang 5,4 km tersebut, menambah nilai tersendiri, yaitu kepercayaan dari Pemerintah terhadap pengalaman dan kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan.


Saat ini Jasa Marga mengelola dan mengoperasikan 13 hak pengusahaan (konsesi) jalan tol melalui sembilan kantor cabang dan satu anak perusahaan yaitu :

    Jalan tol Jagorawi
    Jalan Tol Jakarta-Tangerang
    Jalan Tol Jakarta- Cikampek
    Jalan Tol Dalam Kota Jakarta
    Jalan Tol Prof. Dr.Ir. Sedyatmo
    Jalan Tol Serpong-Pondok Aren (dioperasikan oleh JLJ)
    Jalan Tol Cikampek -Purwakarta-Cileunyi
    Jalan Tol Padalarang –Cileunyi
    Jalan Tol Palimanan-Kanci
    Jalan Tol Semarang
    Jalan Tol Surabaya Gempol
    Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa
    Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (dioperasikan oleh JLJ)


Dibawah ini adalah anak perusahaan Jasa Marga pemegang konsesi Jalan Tol :

    PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) Jalan Tol JORR kepemilikan rsaham sebesa 99%
    PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Jalan Tol Bogor Ring Road kepemilikan saham sebesar 55%
    PT Trans Marga Jateng (TMJ) Jalan Tol Semarang-Solo kepemilikan saham sebesar 60%
    PT Marga Trans Nusantara (MTN) Jalan Tol JORR II Serpong-Kunciran kepemilikan saham sebesar 60%
    PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) Jalan Tol Surabaya-Mojokerto kepemilikan saham sebesar 55%
    PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) Jalan Tol JORR W2 Utara kepemilikan saham sebesar 65%
    PT Trans Marga Jatim Pasuruan (TMJP) Jalan Tol Gempol-Pasuruan kepemilikan saham sebesar 80%
    PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC) Jalan Tol JORR II Kunciran-Cengkareng kepemilikan saham sebesar 75%
    PT Margabumi Adhikaraya (MBAR) JAlan Tol Gempol-Pandaan dengan kepemilikan saham sebesar 52%
    PT Jasamarga Bali Tol Jalan Tol Benoa Bali dengan kepemilikan saham sebesar 60%

(Cok)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger