' Jaksa Teliti Dokumen Perusahaan Penyuap Bos Pajak Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jaksa Teliti Dokumen Perusahaan Penyuap Bos Pajak Bogor

Jaksa Teliti Dokumen Perusahaan Penyuap Bos Pajak Bogor

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:29 PM

BANDUNG - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat hingga kini masih meneliti ribuan lembar dokumen yang disita dari ruangan kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Bogor, ruangan pemeriksa dan gudang KPP Bogor. Dokumen-dokumen itu diyakini ada kaitannya dengan kasus suap yang melibatkan Kepala KPP Bogor Anggrah Surya. Dokumen-dokumen itu juga nantinya akan menjadi pelengkap barang bukti untuk dua tersangka dalam kasus suap tersebut.

"Ya, Rabu (25/7) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB-21.00 penyidik dari Kejati Jabar yang dipimpin Ricky Sipayung dkk melakukan penggeledahan ke Kantor KPP Bogor. Penyidik melakukan penggeledahan ke ruang kepala kantor, gudang dan 2 ruang seksi pemeriksa," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar Atang Bawono kepada wartawan di kantor Kejari, Kamis (26/7). Dari aksi penggeledahan itu, sebanyak 8 kardus berisi dokumen berhasil disita penyidik untuk melengkapi barang bukti untuk 2 tersangka yang telah ditangkap sebelumnya.

Kedua tersangka yang ditangan tangan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, selain Anggrah Surya, adalah Endang Dyah Lestari yang merupakan pegawai PT Gunung Mas Abadi. Proses penggeledahan dinilai kooperatif dan lancar. Tim penyidik diterima langsung oleh Pjs KPP Bogor yaitu Candra Buana. "Penyidik menyita 8 kardus dokumen. Antara lain dokumen keuangan wajib pajak PT G dan dokumen lainnya," kata Atang.

Dokumen-dokumen itu diharapkan bisa mendukung pembuktian kedua tersangka tersebut yang hingga saat ini masih menjalani proses penyidikan. Atang menambahkan, saat ini sudah ada 10 orang saksi yang diperiksa dalam proses penyidikan. Anggrah sendiri telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor. Bahkan Direktorat Pajak juga mengusulkan pemecatan Anggrah dari status PNS.

Anggrah diduga menerima suap dari EGD yang merupakan pegawai PT G. AS terancam pasal berlapis yakni Pasal 5, Pasal 11 dan Pasal 12 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sedangkan EDG terjerat Pasal 5 atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor.
Sebelumnya, KPK melakukan tangkap tangan terhadap keduanya di kawasan Perumahan Kota Legenda Cibubur pada pukul 10.25 WIB, Jumat (13/7/2012). Uang sebesar Rp 300 juta yang diduga hasil suap berhasil disita KPK.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Jaya Kesuma menyatakan, tersangka Endang Dyah Lestari yang diduga memberikan suap kepada Anggrah adalah staf perusahaan tambang batu bara PT Gunung Emas Abadi . "Perusahaannya bergerak di tambang batu bara," kata Jaya seraya menjelaskan Endang menyuap Anggrah untuk mengurangi besaran pembayaran pajak perusahaannya yang mencapai kisaran antara Rp 21,5 miliar sampai Rp 22 miliar.

Anggrah selaku Kepala KPP Bogor menyanggupi besaran pembayaran pajak itu bisa dikurangi hingga hanya angka Rp 1,5 miliar, dan itu pun masih tawar menawar. "Hingga jadinya Rp 1,2 miliar," kata Jaya. Kemudian, AS diberi uang jasa oleh EA sebesar Rp 300 juta yang sekaligus untuk menggenapkan jasa penurunan biaya pembayaran pajak tersebut. "Uangnya dalam bentuk ratusan ribu rupiah dan dijadikan barang bukti," katanya.

Saat ini, Anggrah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Kebon Waru Bandung sedangkan Endang ditahan di di Rutan Wanita Sukamiskin, Bandung.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger