' Jaga Image, Dirjen Pajak Pecat Tersangka Kasus Suap - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jaga Image, Dirjen Pajak Pecat Tersangka Kasus Suap

Jaga Image, Dirjen Pajak Pecat Tersangka Kasus Suap

Written By dodi on Monday, July 16, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Direktur Jendral Pajak Fuad Rahmany menyatakan telah mengeluarkan surat pemecatan Anggrah Suryo, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bogor, yang tertangkap tangan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menerima uang ratusan juta Rupiah dari sebuah perusahaan pertambangan terkait dengan kewenangannya dalam penetapan pajak. Namun, Fuad menegaskan, dirinya tak bisa memecat Anggrah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena proses pencabutan status PNS ada di tangan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal ini disampaikan Fuad menjawab wartawan yang menyinggung soal status Anggrah, Minggu (15/7). "Kewenangan di Badan Kepegawaian Negara. Nanti Menteri (Agus Marto) usul dicopot. itu segera, lagi proses kok," kata Fuad. Namun Fuad tidak bisa memastikan kapan pencabutan status PNS terhadap AS. Prosesnya masih menunggu mulai dari persetujuan Menteri Keuangan, hingga Kementerian/Lembaga lain seperti BKN dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN).  "Tapi usulan untuk dicopot dari Kepala KPP, Menteri langsung respon. Senin ini, dia sudah dicopot. suratnya sudah keluar," tegasnya.

Anggrah sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pajak. Dia pun langsung dijebloskan ke LP Kebon Waru, Bandung. "Keduanya yakni AS dan EDG (orang suruhan dari PT GEA), tadi pagi sudah ditetapkan menjadi tersangka. Keduanya sudah ditahan, AS ditahan di LP Kebon Waru Bandung," ujar Jaya Kusuma, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar kepada wartawan di kantor Kejati Jabar, Kota Bandung.

Menurut Jaya, EDG ditahan di LP Wanita Sukamiskin, Bandung. Barang yang disita, menurut Jaya, uang Rp 300 juta dan beberapa dokumen. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada barang bukti lainnya yang akan disita. "Karena masih dalam perkembangan," kata Jaya seraya menambahkan, dari hasil pemeriksaaan sementara Rp 300 juta itu diduga merupakan uang suap. AS diduga akan mengecilkan uang setoran pajak. "Dari sekitar Rp 20 miliar, menjadi Rp 1,5 miliar. Yang Rp 1,2 miliar dibayarkan ke negara. Yang Rp 300 juta ini dijadikan uang suap," kata Jaya.

Meski demikian, lanjut Jaya, pihaknya akan terus memeriksa bos pajak di Bogor tersebut dan pihak-pihak terkait. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. "Uangnya masih terlalu jauh dari Rp 20 miliar ke Rp 1,5 miliar. Mungkin ada uang lain yang masih bisa kita temukan. untuk sementara keduanya dikenai dugaan penyuapan. Sebatas itu dulu," tuturnya. Sementara itu sopir EDG, S hingga kini masih belum ditetapkan sebagai tersangka. "Masih belum ya. Tapi masih diperiksa sebagai saksi saja saat ini," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menangkap tangan Jumat (13/7) lalu, di Perumahan Legenda Wisata dan Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur. Selain Anggrah, orang suruhan PT GEA, EDG, ditangkap diduga sebagai pemberi suap, dan S, sopir EDG, juga ikut diciduk. Barang bukti yang diamankan dari lokasi adalah duit Rp 300 juta. AS diduga menerima suap dari EGD yang merupakan pegawai PT G. AS terancam pasal berlapis yakni Pasal 5, Pasal 11 dan Pasal 12 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sedangkan EDG terjerat Pasal 5 atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor.

Dari penelusuran LINGKAR JABAR, diperoleh keterangan dari sejumlah staf KPP Bogor, bahwa selama ini atasan mereka terlihat biasa-biasa saja dan tidak pernah neko-neko (macam-macam). Gaya hidupnya pun tidak bermewah-mewahan alias tampak sederhana. Karenanya, para staf KPP mengaku terkejut saat mendengar kabar KPK telah menangkap tangan Anggrah terkait kasus suap. "Saya kaget saat mendapat kabar pak Anggrah ditangkap KPK, apa benar ini? Setelah dipastikan ternyata memang benar, barulah kami percaya," imbuh seorang staf KPP. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger