' Jaga Asupan Nutrisi, Ibu Hamil Bisa Puasa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jaga Asupan Nutrisi, Ibu Hamil Bisa Puasa

Jaga Asupan Nutrisi, Ibu Hamil Bisa Puasa

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:00 PM

BANDUNG - Perempuan dalam kondisi hamil tetap bisa menjalankan puasa, asalkan selama dalam kondisi sehat serta pola makan diatur dengan baik dan asupan nutrisi tetap terjaga dengan seimbang. Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari sering membuat ibu hamil khawatir untuk menjalankan ibadah puasa. Kekhawatiran ibu sebenarnya beralasan karena salah satu penelitian menyebutkan, pada beberapa wanita hamil yang berpuasa memiliki risiko melahirkan bayi berberat badan rendah.

Namun, bila itu ditunjang dengan asupan gizi makanan yang baik, janin tidak akan kekurangan gizi. Selain itu, ibu hamil juga harus memerhatikan berat badannya. Pertambahan berat badan merupakan indikator tumbuh kembang janin. Kenaikan berat badan yang normal hingga 20 minggu pertama kehamilan 3,5-4 kg. Kenaikan berikutnya sekitar kg per minggu.

Di akhir kehamilan, penambahan berat badan sekitar 12,5-14 kg. Bila melihat dari patokan tersebut, jika mengalami penurunan berat badan secara drastis, lebih baik urungkan niat untuk berpuasa. Karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi perkembangan janin. “Kalau pun mengalami penurunan, bila kondisi ibu hamil dalam keadaan sehat tidak menjadi masalah untuk dapat berpuasa,” kata pakar gizi dari Universitas Padjajaran, Keri Lestari Dandan, kepada wartawan, baru-baru ini.

Namun bagaimana bila ibu hamil mempunyai penyakit tekanan darah tinggi? Bisa saja untuk tetap melakukan puasa, dengan catatan sudah mengonsumsi gizi dengan baik. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan suplai darah ke jaringan terganggu, khususnya jaringan plasenta. Akibatnya, proses masuknya oksigen ke jaringan jadi terhambat dan memicu keluhan, seperti pusing, badan tidak sehat, nafsu makan menurun dan sulitnya berkonsentrasi.

Bila suplai darah ke plasenta terganggu, suplai oksigen dan makanan ke janin pun ikut terganggu. Pada akhirnya akan mengganggu pertumbuhan janin. “Untuk ibu hamil yang mempunyai penyakit darah tinggi bisa tetap melakukan puasa asal asupan makanannya itu tadi diperhatikan. Namun bila mengalami gejala pusing, sulit konsentrasi dan lainnya, lebih baik segera berbuka puasa,” sarannya.

Sementara itu, ada beberapa tips bagi ibu hamil yang harus diperhatikan saat hendak melakukan puasa. Saat sahur dan buka puasa, memperhatikan asupan gizi tetap seimbang dan dalam takaran sesuai kebutuhan ibu hamil. Sebaiknya, hindari sebisa mungkin makanan yang mengandung karbohidrat sederhana (gula). Ini dimaksudkan agar menghindari produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga ibu hamil akan merasa lemas, tidak bertenaga, pusing, dan perut perih.

Alangkah baiknya, mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur. Sedangkan protein bisa di dapat dari daging dan telur. Kedua zat gizi ini membuat lebih lama kenyang. Sebagai tambahan tetap konsumsi susu (sebagai sumber kalsium, protein dan vitamin) dan perbanyak buah-buahan segar.

Saat berbuka puasa, awali dengan makanan manis, seperti kolak, kurma atau jus. “Pada prinsipnya asupan makanan yang harus diperhatikan, seperti protein, lemak dan karbohidrat harus lengkap. Ketika sahur, makanan harus lima sehat empat sempurna," pungkasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger