' Istri Gubernur Ingatkan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Sejak Dini - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Istri Gubernur Ingatkan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Sejak Dini

Istri Gubernur Ingatkan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Sejak Dini

Written By dodi on Tuesday, July 3, 2012 | 1:59 PM

BANDUNG– Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sekaligus Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan, pemahaman pendidikan kesehatan sangat penting dimulai sejak dini. Mengingat kebiasaan hidup sehat tergantung dari pengetahuan yang ditumbuhkan sejak usia dini.

“Isu kesehatan sangat diperhatikan dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh badan dunia PBB. Khususnya terkait dengan bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia, terutama di Jawa Barat,” kata Netty dalam sebuah kesempatan acara di Bandung belum lama ini.

Menurut Netty, orangtua apalagi seorang ibu hendaknya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini kepada anak-anak. Artinya, orangtua sudah memulai membangun peradaban yang lebih baik. “Tidak heran peran ibu atau kaum perempuan adalah sebagai pusat kehidupan atau center of life sangat tepat. Selain sebagai penerus peradaban, perempuan juga sebagai penjaga peradaban agar lebih baik lagi,” tegas Netty.

Netty menegaskan, dirinya sangat mendukung setiap upaya mengedukasi soal kesehatan kepada masyarakat. Dengan cara itu diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam menangani dan menuntaskan masalah kesehatan di lingkungannya.

“Apalagi dengan cara mengedukasi, mampu meningkatkan sekitar 75% kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama dalam berpartisipasi aktif membangun peradaban melalui sektor kesehatan,” ujarnya seraya mengingatkan agar para tenaga kesehatan mampu mengedukasi masyarakat untuk mengenal hidup sehat. Para tenaga kesehatan harus mampu melakukan pendekatan kesehatan sesuai kekhasan daerah dan sosiokultur.

Dalam kesempatan itu, perkara kekerasan terhadap anak merupakan persoalan dari hulu ke hilir. ''Kekerasan anak dapat dimulai dari rumah dan kedua orang tua dapat jadi pelakunya. Ini dapat terjadi di antaranya karena usia pernikahan dini,'' kata Netty.

Pada kesempatan itu, Netty juga sempat memberikan contoh seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Cacih warga Bandung Barat. Dia meninggal dunia setelah mendapatkan siksaan majikan pada usia 25 tahun. ''Saat meninggal almarhumah Cacih meninggalkan seorang anak yang masih berusia 10 tahun, berarti usia pernikahannya sekitar 14 tahun,'' katanya. Ironisnya, lanjut Netty, dia bercerai dengan suaminya saat anaknya masih berusia 2 tahun. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger