' Harga Meroket 173 Pedagang Onta Pasar Ajawinangun Menghilang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Harga Meroket 173 Pedagang Onta Pasar Ajawinangun Menghilang

Harga Meroket 173 Pedagang Onta Pasar Ajawinangun Menghilang

Written By dodi on Monday, July 30, 2012 | 8:00 AM

KAB CIREBON (LJ) - Sebelum ramadhan tiba, pedagang oncom atau tempe tahu (Onta) di sejumlah pasar tradisional, tepatnya di pasar Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, yang berjumlah 423 orang, hampir menghilang. Pasalnya, sejak bulan ramadhan ini, harga kedelai sangat tinggi, hampir 100%, dari harga Rp.4.300,- (sebelum Ramadan) menjadi Rp.8.300,- dan para pembeli atau pelanggan, harganya tidak mau dinaikkan. Dan barangnya juga tidak mau dikurangi atau diperkecil. 

Dari jumlah 423 pedagang onta, sekarang hannya 250 pedagang onta, yang masih melayani para konsumen onta di pasar Desa Jungjang tersebut. Dan 173 pedagang onta, telah menghilang yang diduga bangkrut dalam usahanya, karena kenaikan onta yang terus meroket. “Dari pada rugi terus menerus, lebih baik untuk sementara istirahat saja, sampai harga kedelainya betul-betul ideal dan stabil," ucap, Yuyun pedagang onta, asal Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kepada LINGKAR JABAR, Minggu, (29/7), kemarin.

Yuyun menjelaskan, sebagian besar, warga Desa Setu Kulon, adalah pengrajin Onta, yang sudah menjadi turun temurun. "Sekarang sudah mencapai 235 orang, yang berjualan onta, yang disebar berbagai pasar diwilayah tiga Cirebon, termasuk diantaranya 47 orang itu, berdagang di Pasar Arjawinangun," Katanya.

Hal senada juga dikatakan, Ayu Wulandari, pedagang oncom asal warga Jamblang, menyatakan, bila masih terus merangkat naik, terpaksa akan di istirahatkan dulu usahanya. “Kalau harga kedelai ini, tidak bisa diturunkan, dan para pembeli atau pelanggan tidak mau mengerti, kemungkinan besar saya akan ganti dagangannya, tidak akan jualan oncom lagi. Buat apa kalau rugi, hanya buang-buang tenaga saja," keluhnya.

Dia berharap, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon, dapat membantu para usaha onta yang ada di sejumlah pasar tradisional. “Saya berharap, Pemda Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bisa menekan kenaikan harga yang sangat tinggi, syukur-syukur bisa kembali normal seperti dulu," pintanya.

Sementara, ditempat terpisah, Kepala Bidang Pasar Disperindag, Drs. Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya sudah berusaha menekan harga oncom untuk tidak meroket. “Selama ini, kami mengakui belum dapat berbuat banyak, untuk menekan kenaikan harga yang sangat tinggi ini. Dan fakta dilapangan juga seperti itu, karenanya kami hanya berharap, kepada para agen agar jangan menaikan harga terlalu tinggi, dan mengerti tentang situasi dan kondisi yang ada," pungkasnya. (LIL)    


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger