' Geber Program, Polda Jabar Rangkul Ulama - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Geber Program, Polda Jabar Rangkul Ulama

Geber Program, Polda Jabar Rangkul Ulama

Written By dodi on Wednesday, July 18, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG (LJ) - Kepolisian Daerah (Polda) Jabar memiliki target-target khusus dalam mengamankan wilayah Jabar dari berbagai macam bentuk gangguan keamanan. Namun disadari, hal itu sulit tercapai tanpa melibatkan unsur masyarakat, khususnya kalangan ulama. Untuk itu, Polda Jabar menggelar acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama di Markas Polda Jabar. Acara ini dihadiri oleh Wakil Kepala Polda Jabar Brigjen Pol Hengkie Kaluara, Irwasda Polda Jabar Kombes Pol Haroan Ritonga, para pejabat utama Polda Jabar dan para tokoh agama se-wilayah hukum Polda Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, dalam sambutannya yang disampaikan Brigjen Hengkie Kaluara, mengatakan bahwa Polri dalam pelaksanaan tugasnya lebih mengutamakan kegiatan pada pencegahan dan penangkalan (pre-emtif dan preventif), sebelum terjadinya gangguan kamtibmas, dengan mengoptimalkan penggelaran personil dan kekuatan di lapangan, serta meningkatkan bentuk kemitraan dengan masyarakat.

Dalam meningkatkan kinerja operasional, khususnya dalam hubungan kerja sama yang harmonis dengan masyarakat dan instansi terkait, Polri telah mencanangkan Grand Strategi Polri, dimana saat ini sudah memasuki Strategi tahap II periode tahun 2010–2014, yakni membangun kemitraan (partnership building). Pada program ini, setiap anggota Polri dalam menjalankan tugasnya, diharapkan lebih mengutamakan kemitraan (partnership) dan bertindak sebagai pemecah permasalahan (problem solver), yang tentunya dengan tidak meninggalkan profesionalisme sebagai penegak hukum.

Sebagai implementasi strategi kemitraan tersebut, tegas Kapolda, Polda Jabar telah mencanangkan berbagai program terobosan kreatif, diantaranya Program pemberdayaan setiap anggota untuk mengemban fungsi Binmas dan fungsi intelijen terbatas, yakni program kemitraan di lingkungan tugas dan tempat tinggalnya, sehingga dapat meningkatkan kemitraan Polri dan masyarakat, serta dapat menyerap informasi secara luas di masyarakat. Program 1 Polisi 1 desa/kelurahan, dengan menugaskan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat), yang berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan pembinaan kamtibmas di desa/kelurahan.

"Pemberdayaan Bhabinkamtibmas, dengan konsep  door to door system, atau program kunjungan ke rumah-rumah warga, sehingga misi kamtibmas dapat tersampaikan secara cepat dan tepat, serta mampu menyerap berbagai informasi dan aspirasi masyarakat. Program penugasan Perwira Bhayangkara pembina kamtibmas  di kawasan atau komunitas tertentu, yang dimaksudkan sebagai  penajaman atau penguatan program polmas, dalam rangka  membangun partisipasi, kesadaran hukum dan tanggung jawab komunitas dalam pemeliharaan kamtibmas," kata Kapolda.

Selain itu, dilaksanakan juga program Polisi Peduli Pendidikan yang bekerja sama dengan para pengusaha dengan memanfaatkan dana CSR (Corporate Social Responsibility), yang bertujuan memperbaiki sarana pendidikan/sekolah yang rusak, yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan murid/guru. Program pelayanan terpadu, yang dilaksanakan dengan cara menjemput bola dan dilakukan secara bersama-sama antara Polri, pemerintahan daerah dan TNI, sehingga dapat meningkatkan kebersamaan dan pelayanan prima.

Kemudian ada pula, program Polisi Peduli Pengangguran yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para pengusaha, sehingga para pengangguran dapat bekerja atau berwira usaha mandiri, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai terobosan kreatif tersebut, dilaksanakan jajaran Polda Jabar sebagai wujud kepedulian sosial dan bentuk pelayanan prima, dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, serta upaya polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga dapat terjalin kerjasama dan kemitraan yang harmonis, dalam mewujudkan wilayah jawa barat yang kondusif.

Dalam pemeliharaan kamtibmas yang dinamis dan kondusif, tentunya diharapkan adanya kepedulian dan peran serta warga masyarakat, yang dapat menjadi solusi pemecahan masalah terhadap gangguan kamtibmas dan permasalahan sosial lainnya. Hal tersebut didasarkan pada suatu kenyataan, bahwa masyarakat Indonesia, yang memiliki beragam agama, budaya, adat istiadat dan karakter bangsa, maka terjadinya potensi konflik akan selalu ada, sehingga diperlukan pembinaan warga masyarakat untuk dapat menerima berbagai perbedaan tersebut, serta meningkatkan rasa saling menghormati, menghargai, serta mendahulukan kepentingan masyarakat dan bangsa, diatas kepentingan pribadi maupun golongan.

Demikian pula menjelang pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadhan dan Perayaan Idul Fitri 1433 H tahun 2012, tentunya akan berdampak pada peningkatan aktifitas masyarakat, khususnya bagi umat Islam, sehingga akan berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas dan permasalahan lalu lintas. Pada kesempatan tersebut Kapolda Jabar mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas kerjasama dengan penuh keikhlasan dan peran aktif dari para tokoh-tokoh agama Jawa Barat, yang dikenal sebagai pemimpin umat dan menjadi panutan bagi umatnya, yang telah berperan serta secara aktif dalam memberikan pembinaan kepada umatnya masing-masing, untuk mewujudkan wilayah Jawa Barat yang kondusif. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger