' Galian C di Kecamatan Cicurug Langgar RTRW - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Galian C di Kecamatan Cicurug Langgar RTRW

Galian C di Kecamatan Cicurug Langgar RTRW

Written By dodi on Monday, July 16, 2012 | 8:00 AM

Sukabumi (L J) – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menutup mata terhadap kehadiran galian C ilegal di Kampung Cibuntu, Desa Kutajaya kecamatan Cicurug. U galian C ini, diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan, karena beroperasi dikawasan resapan air dan melanggar Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
     Pengusaha galian dalam beroperasi, selain menggunakan kendaraan berat, lokasinya tidak jauh dari Kampung Konservasi Otsuka hasil kerjasama PT Amerta Indah Otsuka (PT AIO) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
     Pengusaha galian C, berinisial "In" ini, pernah beberapakali di unjukrasa warga , namun yang bersangkutan masih tetap membandel. Bahkan pengusaha ini, tak menggubris penolakan warga.
    Kepala Desa Kutajaya, Edi Pahrudin membenarkan adanya galian milik "In", dan warga pernah melakukan demo agar galian C milik yang bersangkutan segera ditutup. Alasan warga, pengusaha galian ini telah merusak ekosistem lingkungan.
`    “Saya telah melayangkan surat penghentian penggalian dan meminta pengusaha mengurus izin tetangga, tapi mereka tidak menggubris dan tetap melakukan penggalian,"kata Edi Pahrudin, kemarin.
    Menurut Edi Pahrudin, berdasarkan data yang ada di desa, lahan milik "In" seluas kurang lebih 6 hektar, namun yang mempunyai izin hanya seluas 1.000 m2. tapidalamrencanapengusahahanyaakanmengurusizinnyaseluas 1.000 M2. “Saya harap Pemkab Sukabumi tidak menutup mata dan telinga terhadap kerusakan lingkungan akibat penggalian yang dilakukan oleh "In", apalagi dia menggunakan alat berat. Dan saya selalu berada ditengah masyarakat,”pungkasnya.
    Ditempat terpisah beberapa tokoh yang berhasil ditemui wartawan surat kabar ini menyebutkan galian baik yang baru beroperasi maupun telah lama berjalan di Desa Kutajaya dan Desa Pasawahan telah melanggar Perda Nomor 22 tahun 2012 tentang RTRW dimana untuk kedua desa ini tidak termasuk daerah galian melainkan daerah industri dan pariwisata.
    Menurut sumber ini, sejak lama Pemerintah Kabupaten Sukabumi terlihat menutup mata terhadap kerusakan alam yang dampak buruknya kekeringan kerap melanda warga desa ini. WHD/HEP

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger