' Enam Titik Rawan Kejahatan di Jalur Pantura Cirebon - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Enam Titik Rawan Kejahatan di Jalur Pantura Cirebon

Enam Titik Rawan Kejahatan di Jalur Pantura Cirebon

Written By dodi on Tuesday, July 31, 2012 | 8:00 AM

KABUPATEN CIREBON (LJ) – Terdapat 6 titik rawan kejahatan di jalur pantura Cirebon dan Insdramayu yang harus di waspadai oleh pemudik,  Keenam titik rawan kejahatan itu empat di antaranya di Cirebon yakni di Kapetakan, Kedawung dan Losari serta Beber.
Sedangkan dua di antaranya di wilayah hukum Kabupaten Indramayu yakni Jatibarang dan Karangampel.

Khusus Kapetakan, yang masuk dalam jalur pantura tengah, pemudik terutama yang menggunakan sepeda motor, diminta untuk tidak melewati jalur tersebut di atas pukul 17.30 WIB.

Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar mengakui adanya sejumlah titik rawan kriminalitas di jalur mudik."Sedikitnya ada 4 titik di sepanjang jalur pantura dan alternatif di Kabupaten Cirebon yang rawan tindak kriminalitas," katanya.

Menurut dia, selama ini titik-titik rawan tindak kejahatan di jalur pantura Cirebon berada di daerah Kapetakan, Kedawung dan Losari. Sedangkan di jalur alternatif ada di daerah Beber.

"Berbagai tindak kejahatan, mulai dari pencopetan, penjambretan dan perampasan, baik barang-barang milik pemudik maupun kendaraan," ujarnya.

Hero meminta pemudik yang akan melewati titik-titik tersebut untuk waspada dan berhati-hati.
Dikatakan Hero, untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya bakal menempatkan personel baik yang stand by maupun yang mobile.

Menurut Hero, saat rapat terpadu dengan seluruh Polres sewilayah Cirebon dengan Polres Brebes Jawa Tengah, Kemarin sore sampai malam, terungkap juga sejumlah hal perlu tindakan antisipasi.

"Misalnya Polres Brebes meminta rapat koordinasi terpadu tersebut bisa memininalisir penumpukan kendaraan di pintu keluar tol Kanci-Pejagan di Pejagan Kabupaten Brebes, saat arus mudin dan balik," katanya.

Menurut dia, permintaan tersebut disampaikan karena penumpukan kendaraan yang terjadi di exit tol Pejagan, bakal berdampak sampai ke Cirebon.

Sehingga Polres Brebes, meminta pengaturan lalu lintas kendaraan roda empat, untuk tidak semua masuk tol Kanci-Pejagan.
"Kalau memang pantura lancar, Polres Brebes meminta pengaturan arus kendaraan agar tidak semua masuk tol Kanci-Pejagan," katanya.

Penumpukan kendaraan di Pejagan, lanjutnya, bakal terjadi karena kendaraan yang keluar dari tol bakal terhambat adanya persimpangan dengan rel kereta sebelum masuk kembali ke jalur pantura Brebes.

"Jumlah kereta yang melalui jalur tersebut lumayan banyak sampai 69 kereta dalam sehari. Dengan asumsi setiap kereta lewat, bakal menghentikan laju kendaraan sampai 5 menit, sehari paling tidak laju kendaraan terhambat sampai 6 jam 45 menit," katanya.

Artinya, bakal terjadi antrean panjang di jalur pantura Brebes yang dampaknya sampai ke pantura Cirebon. GYO/MAT (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger