' Dituding Sarang Korupsi Bupati Bogor Didesak Rombak Dinas Pendidikan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dituding Sarang Korupsi Bupati Bogor Didesak Rombak Dinas Pendidikan

Dituding Sarang Korupsi Bupati Bogor Didesak Rombak Dinas Pendidikan

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:33 PM

KAB.BOGOR - Menyusul derasnya sorotan dan kecaman terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor akhir-akhir ini, kalangan anggota DPRD setempat mengharapkan kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk bersikap tegas dengan merombak jajaran pimpinan Disdik. Kalangan wakil rakyat juga mengaku gerah dengan maraknya dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek bangunan sekolah dan rehabilitasi sekolah dalam beberapa tahun terakhir serta dugaan penyelewengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) sebesar miliaran Rupiah.

"Saya mendukung desakan atau keinginan elemen masyarakat agar Bupati merombak jajaran Disdik. Sebab memang sudah sejak lama saya dengar informasi tentang ketidakberesan di Disdik, dan saya juga sependapat dengan pernyataan aktivis LSM yang menyebutkan Disdik sangat bobrok. Saya kira memang sudah saatnya Bupati mengganti penanggungjawab SKPD tersebut, karena harus diakui bahwa kinerjanya sangat buruk," kata anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bogor Husnul Chotimah kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Mengenai dugaan korupsi, kata Husnul, haruslah ditelusuri oleh aparat penegak hukum. Pasalnya, terkait masalah korupsi harus dibuktikan secara hukum, tak bisa dinyatakan melalui asumsi atau sinyalemen elemen masyarakat. "Saya berharap aparat penegak hukum merespon informasi dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan atau korupsi di Disdik. Saya sendiri melalui Komisi D saat ini sedang mengumpulkan informasi tentang dugaan penyelewengan dana BOS," kata politisi perempuan dari Partai Demokrat ini.

Disinggung tentang kabar adanya kepala sekolah (Kepsek) di 9 kecamatan yang meminjam uang puluhan juta Rupiah kepada Koperasi sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan menjaminkan rekening dana BOS, Husnul mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media massa. "Saya baru dengar soal itu, nanti akan saya akan cek dulu masalah itu," ujarnya. Sementara dari informasi yang diperoleh, uang pinjaman yang digelontorkan koperasi RSUD tersebut telah mencapai Rp 4 miliar, dan setiap Kepsek wajib mengembalikan uang pinjaman itu dengan bunga yang ditentukan pengelola koperasi.

Sebelumnya, Ketua DPD Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Bogor, Moh Sinwan, secara lantang meminta aparat penegak hukum, baik Kepolisian atau Kejaksaan, untuk segera bertindak menelusuri berbagai dugaan korupsi di instansi yang menangani bidang pendidikan. "Selama ini, kasus korupsi di Disdik yang dibongkar penegak hukum cuma kasus kecil. Yang besarnya tidak ada. Jadi ini terkesan tebang pilih," kata Sinwan.

Dikatakannya, dia pernah mendapat informasi beberapa waktu lalu instansi penegak hukum dari tingkat Provinsi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di lingkungan Disdik, khususnya pada proyek-proyek yang dananya bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov). Namun, sampai kini tidak diketahui bagaimana kelanjutan atas penanganan kasus dugaan korupsi di dinas yang paling besar anggarannya itu.

Terkait dengan kebobrokan di Disdik sendiri, Bupati Bogor Rachmat Yasin, beberapa waktu lalu pernah menyampaikan pernyataan terbuka bahwa Disdik menjadi sarang pungli lantaran munculnya informasi tentang jual beli jabatan di lingkup Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan. Lebih dari itu, kinerja Disdik dalam mengelola permasalahan pendidikan jelas-jelas telah gagal. Alih-alih memperoleh prestasi, Disdik malah dilabeli sebagai dinas paling bermasalah di lingkungan Pemkab Bogor oleh DPRD setempat.

Sinwan pun menuding kebobrokan Disdik sudah sangat parah. Karenanya, dia mendesak aparat penegak hukum melakukan tindaklanjut atas berbagai dugaan korupsi yang kerapkali dibeberkan oleh sejumlah elemen masyarakat, seperti LSM dan ormas. Selain itu, kata Sinwan, kinerja Disdik yang sangat jelek harus disikapi oleh Bupati Rachmat Yasin dengan melakukan pembenahan besar-besaran atau mencopot para pejabat selevel Kepala Dinas, Kepala Bidang dan Kepala UPT.

Terkait dengan hal ini, Kepala Disdik Didi Kurnia dan Sekretaris Disdik Yusuf Sadeli tak berhasil dimintai komentar atau konfirmasinya sampai berita ini diturunkan. Beberapa kali wartawan LINGKAR JABAR mencoba untuk menemui Didi dan Yusuf di kantornya, namun tak berhasil juga karena keduanya kerap sedang berada di luar kantor. BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger