' Distanbunhut Antisipasi Kekeringan Dengan Pompa Besar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Distanbunhut Antisipasi Kekeringan Dengan Pompa Besar

Distanbunhut Antisipasi Kekeringan Dengan Pompa Besar

Written By dodi on Friday, July 13, 2012 | 8:00 AM

KAB.BANDUNG. (LJ) - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung telah menyiapkan tiga pompa besar,untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bandung.
    “Kami sudah mempersiapkan tiga pompa besar untuk mengatasi masalah kekeringan lahan di Kabupaten Bandung,” kata Kepala Distanbunhut Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, kepada Wartawan, di Soreang, Kabupaten Bandung. Kemarin.
    Menurutnya, petugas di lapangan tengah mendata wilayah mana saja yang dianggap kritis dan perlu bantuan pompa. Namun, bantuan pompa tersebut hanya bisa diberikan untuk wilayah yang memiliki sumber air di dekat areal persawahan.
    “Solusi terbaik untuk Cikancung dan Cicalengka, adalah dengan membuat sistem pipanisasi menggunakan paralon. Dengan begitu, sumber air yang ada di wilayah tetangga bisa dialirkan ke persawahan di Cikancung dan Cicalengka, “ katanya.
    Mengenai ancaman kekeringan, lanjut Tisna, sejauh ini belum ada kasus yang menghawatirkan. Berdasarkan data yang dikantongi Distanbunhut, saat ini hanya ada sekitar 84 hektar lahan sawah yang mengalami kekeringan ringan. Sementara 1219 hektar lainnya dinyatakan terancam kekeringan.
    “Kondisi tersebut dilansir tidak akan banyak mempengaruhi produksi padi Kabupaten Bandung. Bahkan tetap optimis bahwa produksi padi 2012 dapat mengalami kenaikan sampai 5 persen dari tahun sebelumnya,“ katanya.
    Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan Distanbunhut Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania menambahkan, tahun ini Kabupaten Bandung menargetkan produksi padi sampai 490.897 ton atau naik sekitar 8,8 persen dari target 2011 sebesar 472.989 ton. Meski kuantitasnya masih meningkat, produksi padi di Kabupaten Bandung masih terancam dengan penyusutan lahan akibat alih fungsi menjadi permukiman.
    Menurutnya, berdasarkan data Distanbunhut, lahan sawah basah di Kabupaten Bandung saat ini berjumlah sekitar 35.975 hektar. Jumlah itu menyusut sekitar 1,34 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 36.464 hektar.
    “Kebijakan lokal untuk mencanangkan lahan basah abadi seperti di Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang jelas menjadi contoh yang patut ditiru dan didukung kebijakan pemerintah yang lebih tinggi. Tanpa dipaksa, petani dan aparat desa di sana melindungi lahan sawah mereka agar tidak tergerus gencarnya desakan pengembang perumahan, “ terangnya.
    Dikesempatan lain, Kepala Desa Sangkanhurip Aan Tirta Gandana mengatakan, komitmen tersebut disepakati sendiri oleh sekitar 132 petani dan penggarap yang tergabung dalam lima kelompok tani. Atas kesepakatan mereka, Aan pun menerbitkan peraturan desa (Perdes) Lahan Basah Abadi untuk lahan sawah seluas 88 hektar.
    Menurutnya, peraturan tersebut dibuat atas aspirasi para petani yang menyadari semakin menyempitnya lahan pertanian akibat serangan pengemabang perumahan dan investor industri. Mereka sepakat untuk menjaga sawah yang ada demi ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungan di desa kami. (FEN)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger