' Desa Mandiri Wujudkan Ketahanan Pangan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Desa Mandiri Wujudkan Ketahanan Pangan

Desa Mandiri Wujudkan Ketahanan Pangan

Written By dodi on Monday, July 2, 2012 | 8:00 AM

KAB.BANDUNG.(LJ)- Melalui program Desa mandiri pangan maka masyarakat desa rawan pangan akan kembali mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi, sehingga dapat menjalani hidup sehat dan produktif. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mencanangkan program desa mandiri untuk mengelola ketahanan pangan daerah tersebut.
    ““Program desa mandiri bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, khususnya mengurangi kerawanan pangan dan gizi masyarakat melalui pendayagunaan sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal di pedesaan. Desa mandiri tersebut ditentukan bagi desa yang memiliki jumlah penduduk miskin yang cukup banyak dibandingkan dengan desa lain, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung, H.Dadang Hermawan, kepada wartawan, di Soreang, Kabupaten bandung, baru baru ini.
    Menurutnya, daerah yang telah ditetapkan sebagai desa mandiri terdiri dari delapan desa, yakni Cikembang (Kec. Kertasari), Cinanggela (Kec. Pacet), Mekarwangi (Kec. Ibun), Cipedes (Kec. Paseh), Mekarlaksana (Kec. Cikancung), Margamukti (Kec. Pangalengan), Cipelah (Kec. Rancabali), dan Desa Drawati (Kec. Paseh). Dengan program tersebut, ketahanan pangan diharapkan bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Bandung.
    “Cara lain yang ditempuh Pemkab Bandung untuk mengelola ketahanan pangan adalah melakukan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) berbasis sumber daya lokal. BKPPP Kabupaten Bandung, hingga kini masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai konsumsi bahan makanan nonberas, seperti singkong, sorgum, dan hanjeli. Jenis makanan seperti ini kami galakkan kembali kepada masyarakat,” katanya.
    Menurutnya, desa-desa yang berkategori desa mandiri, Pemkab Bandung membentuk lumbung pangan sebagai salah satu langkah untuk menyediakan cadangan pangan. Selain itu, pihaknya juga membentuk lembaga distribusi pangan masyarakat (LPDM). Lembaga tersebut diberikan dana permodalan untuk stabilisasi harga gabah, pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan), dan cadangan pangan.(FEN)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger