' DBHCT Diduga Disalah Gunakan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » DBHCT Diduga Disalah Gunakan

DBHCT Diduga Disalah Gunakan

Written By dodi on Friday, July 27, 2012 | 7:00 PM

CIREBON (LJ) - Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (NU), Andi Najmi, mengatakan, penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) sebesar Rp1,4 triliyun, pada tahun 2012 ini, dinilai rawan penyalahgunaan. Pasalnya, dana yang semestinya dimanfaatkan buruh tani dan buruh industri tembakau ini, penggunaannya justru dialokasikan, untuk kegiatan yang tidak ada korelasinya dengan tembakau.

Menurut Andi, DBHCT yang diberlakukan sejak 2008 tersebut, disinyalir tidak transparan. Bahkan, petani dan buruh industri tembakau banyak yang tidak mengetahui adanya dana bagi hasil tersebut. "Hanya sebagian kecil petani tembakau, yang mengakses DBHCT tersebut. Karena itu, kami tengah mengadvokasi para petani dan buruh industri tembakau, untuk memperjuangkan hak mereka, untuk memanfaatkan dana tersebut," kata Andi, kepada LINGKAR JABAR, Kamis (26/7), usai acara diskusi DBHCT untuk petani, di Hotel Zamrud, kemarin.

Upaya membela para petani tersebut, dia menjelaskan, sebagian besar petani dan buruh industri tembakau, merupakan warga nahdiyin. "Oleh karena itu, kami akan mengawal petani NU, untuk mengusulkan program pemanfaatan DBHCT tersebut, ke pemda masing-masing," tegasnya.

Lanjut dia mengatakan, DBHCT yang jumlahnya mencapai Rp.1,4 triliun, rawan penyalahgunaan. Padahal, tambah dia, penggunaan yang tidak sesuai aturan dapat dikenakan sanksi pidana. "Berdasarkan Permen No. 84 Tahun 2008, DBHCT dialokasikan, untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, dan pembinaan lingkungan sosial. Pada intinya, dana itu, harus kembali ke petani dan buruh industri tembakau," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris LPP PBNU, Imam, mengatakan, saat ini, pihaknya telah melakukan gerakan pembelaan, terhadap petani tembakau yang kebanyakan merupakan warga NU. "Selama ini, dana cukai tembakau tidak sampai ke petani. Parahnya malah digunakan untuk kampanye melawan petani tembakau sendiri," imbuhnya.

Iman meminta, pemerintah daerah (Pemda) Cirebon, harus transparan dalam penggunaan DBHCT tersebut, termasuk mensosialisasikan agar kepada masyarakat, dapat mengetahui dan mengakses dana tersebut. NAN/AGS (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger