' Data Dari PBS Diragukan, Jumlah KK Miskin Tidak Akurat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Data Dari PBS Diragukan, Jumlah KK Miskin Tidak Akurat

Data Dari PBS Diragukan, Jumlah KK Miskin Tidak Akurat

Written By dodi on Wednesday, July 25, 2012 | 8:00 AM

KAB.PURWAKARTA (LJ) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, meragukan hasil pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terkait akurasi jumlah keluarga miskin, penerima manfaat atau rumah tangga sasaran (RTS) penerima beras miskin (raskin) yang mengalami penyusutan jumlah.

“Dari hasil sensus BPS 2011, data yangh diperoleh tidak akurat, karena di beberapa Kecamatan jumlah RTS, ada yang naik dan ada yang turun secara signifikan. Seharusnya, kalaupun ada tidak terlalu signifikan,” ucap, Drs Taufik Rahman M.Si, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Purwakarta, kepada LINGKAR JABAR, Selasa (24/7), diruang kerjanya. 

Taufik mengatakan, ketidak akuratan data dari BPS mengakibatkan, Komisi IV DPRD Purwakarta, memanggil Bagian Perekonomian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), termasuk BPS sendiri untuk mengkonfirmasi adanya perbedaaan yang sangat siginifikan antara jumlah pebnduduk miskin dan jumlah RTS raskin.

"Dari perbedaan data tersebut, maka mulai pertengahan tahun 2012 atau tepatnya sejak Juni hingga Desember 2012, jatah raskani di Kabupaten Purwakarta, jumlahnya mengalami pengurangan hingga 20,84 persen atau dari 59.750 KK RTS, menjadi 57.175 rumah tangga sasaran," ungkapnya.

Perubahan data dari BPS ini, lanjut dia, menimbulkan kegelisahan karena banyak kelurga penerima manfaat yang sebelumnya biasa menerima jatah. Namun mulai Juni hingga Desember 2012 mendatang, mereka tidak lagi menerima jatah raskinnya. Hal inilah yang menjadi perhatian Komisi IV DPRD Purwakarta, berkaitan dengan distribusi raskin.

Menyoal akurasi data RTS penerima raskin di Purwakarta, Taufik Rahman menyatakan, pihaknya akan meminta para, Ketua RW dan Ketua RT, untuk melakukan data keluarga miskin diwilayahnya masing-masing."Seharusnya pengurus RT dan RW sudah pasti mengetahui jumlah warganya baik yang terkategori miskin atau tidak," ucapnya.

Kata dia, dengan melibatkankan langsung para ketua RW dan RT dalam melakukan pendataan, diharapkan kedepan tidak akan ada lagi perbedaan data yang bisa menimbulkan kegelisahan ditengah-tengah masyarakat. "Kami akan melibatkan para ketua RW dan RT untuk mendapatkan data yang valid, khususnya berkaitan dengan data kontribusi raskin," pungkasnya. YAS      

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger