' Dahlan: Lahan 15 Hektar Untuk Tanam Sorgum - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Dahlan: Lahan 15 Hektar Untuk Tanam Sorgum

Dahlan: Lahan 15 Hektar Untuk Tanam Sorgum

Written By dodi on Monday, July 16, 2012 | 8:00 AM

KAB.SUBANG (LJ) - Untuk mengurangi ketergantungan impor gandum, pihak Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menanam sorgum, tanaman yang menghasilkan bahan campuran gandum. "Sehingga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor gandum. Sudah 30 tahun Indonesia bergantung pada impor gandum," kata Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN, kepada LINGKAR JABAR, Minggu, (15/7), usai melakukan  kegiatan Stadium General (Kuliah Umum) di Universitas Subang, (UNSUB).

Hingga saat ini, lanjut Dahlan, orang Indonesia banyak mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar gandum seperti roti, mie dan pizza. “Itu semua memerlukan gandum. Sedangkan iklim tropis tidak mendukung untuk tanaman gandum. Maka sorgum yang biasa dijadikan bahan pendukung gandum bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor,” ucapnya.

Tambah dia, dalam pembuatan roti, diantaranya biasa dibuat dari gandum yang dicampur dengan sorgum sebesar 30%. "Upaya ini dilakukan hingga kita menemukan suatu teknologi yang memungkinkan gandum ditanam di iklim tropis. Selama ini penanaman sorgum telah dilakukan petani, namun dalam skala kecil," ujarnya.

Untuk itu, Kementrian Negara BUMN akan menyediakan secara khusus menanam sorgum untuk mendukung upaya yang telah dilakukan oleh petani. “Saya lihat banyak petani menanam sorgum tetapi dalam lahan yang kecil-kecil. Saya inginkan menanam besar-besaran. Tahun ini kita sediakan lahan 15 hektar tahun depan mungkin akan kita tambah. Lahan yang akan dipergunakan ialah di Nusa Tenggara Timur (NTT),” jelasnya.

Pada kegiatan stadium general, kata dia, upaya BUMN untuk ikut meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan menyediakan bibit yang baik dan pupuk yang berkualitas baik dalam meningkatkan produksi pertanian. Untuk itu apabila ada lahan yang kurang produktif bisa dikerjasamakan dengan BUMN Bidang Pertanian supaya bisa dikelola dengan optimal.

Dahlan juga menyampaikan, kesedihannya ketika mendapatkan berita tentang kesulitan petani yang membuat mereka terpaksa membeli bibit kualitas kurang baik, bahkan sampai harus menggunakan pupuk yang kurang bagus (palsu). Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada BUMN  supaya bisa mendukung dalam meningkatkan produksi pertanian. ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger