' Cegah Main Hakim Sendiri, Ormas Dilarang Sweeping - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Cegah Main Hakim Sendiri, Ormas Dilarang Sweeping

Cegah Main Hakim Sendiri, Ormas Dilarang Sweeping

Written By dodi on Thursday, July 19, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG (LJ) - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Dede Yusuf menyerukan kepada individu ataupun kelompok orang yang bergabung dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) agar tidak melakukan kegiatan sweeping (penyapuan) pada bulan Ramadan. Dikatakannya, seluruh masyarakat yang beribadah puasa dan yang tidak beribadah diharapkan saling menghormati serta tidak ada kegiatan sweeping yang cenderung main hakim sendiri.

"Ibadah adalah hubungan antara manusia dengan Tuhan, jalankan saja masing-masing. Bila ada yang tidak sesuai dengan aturan, laporkan saja. Jangan melakukan sweeping yang sifatnya sendiri-sendiri," tutur Yusuf kepada wartawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Rabu (18/7). Dikatakannya, hari besar keagamaan yang sudah ditetapkan merupakan milik bangsa Indonesia, bukan perorangan atau kelompok. Karena itu, setiap umat Islam bisa menjalani puasa sesuai tata cara yang diyakininya.

Untuk tempat makan, kata dia, bisa juga dibiarkan beroperasi meskipun harus menyesuaikan dengan suasana ramadan supaya menjadi tertutup. "Kan di Indonesia tetap ada masyarakat yang nonmuslim yang tidak berpuasa atau umat Islam yang sakit dan harus mengonsumsi makanan," ujarnya.

Mengenai tempat hiburan, ia mengatakan, memang sudah ada aturannya untuk tutup saat ramadan. Bila ada yang melanggar,maka masyarakat tinggak melaporkan ke kepolisian. Kepolisian pun diharapkannya bisa bergerak lebih cepat. "Kepolisian diharapkan bergerak lebih cepat supaya jangan ada sweeping dari nonpemerintah. Kalau ada siapapun yang melanggar, laporkan! Jangan ada masyarakat yang main hakim sendiri," kata dia

Terkait dengan hal itu, Pihak Kepolisian juga melarang keras organisasi atau kelompok massa yang melakukan aksi sweeping terhadap tempat-tempat dianggap mengganggu kesucian ibadah puasa. Biasanya sasaran sweeping itu tempat hiburan dan penjual minuman keras (miras) yang nekat beroperasi selama bulan Ramadan. "Kami meminta serahkan dan percayakan kepada penegak hukum dan pihak berwenang. Jadi jangan melakukan tindakan sendiri, apalagi melakukan sweeping," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso di Mapolrestabes Bandung.

Sepanjang bulan Ramadan, sambung Abdul, seluruh tempat hiburan wajib tutup. Sekitar 300 tempat hiburan di Kota Bandung sementara waktu tidak beroperasi mulai H-1 puasa hingga H+3 setelah lebaran. Diparbud Kota Bandung sudah melayangkan surat edaran kepada para pengusaha tempat hiburan. Tempat hiburan itu antara lain panti pijat, spa, pub, diskotik, kelab malam, karaoke, dan biliar. "Pengusaha tempat hiburan harus mentaati dan menghormati keputusan pemerintah. Polisi berperan membackup pemerintah. Apabila ada temuan atau terbukti melakukan pelanggaran, tentu akan ditindak bersama-sama," tutur Abdul.

Lebih lanjut Abdul menuturkan, pihaknya meminta peran aktif dan partisipasi dari masyarakat untuk mengawasi tempat hiburan dan lokasi penjualan miras. Bila menemukan adanya tempat hiburan yang beraktivitas, segera laporkan kepada instansi berwajib. "Kalau ada aksi sweeping, tentu kami akan menindak tegas dan memberikan langkah pembinaan," ucap Abdul. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger