' Berharap Harga Gula Labih Rp 10 Ribu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Berharap Harga Gula Labih Rp 10 Ribu

Berharap Harga Gula Labih Rp 10 Ribu

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:42 PM

BERHARAP dapat menutupi biaya produksi, diperhitungkan harga gula layak naik di atas Rp 10 ribu. Ini yang menjadi dambaan menjelang lelang gula putaran kedua pada musim panen 2012. Rencananya dilaksanakan 5 Juli.

Sekretaris DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar Haris D Sukmawan mengatakan, harga dasar gula yang ditentukan pemerintah Rp 8.100 per kilogram. Pada posisi harga tersebut dinilai belum bisa menutupi biaya produksi petani. Soalnya berdasarkan hitungan APTRI harga untuk menyentuh biaya produksi dan layak di tingkat petani, serta menghitung rendemen hanya 7,4% sampai 7,5%, maka dikalkuasikan harga gula harus di atas Rp10 ribu.

Dikatakan, pada lelang gula perdana musim panen 2012 yang digelar 20 Juni lalu, harga lelang gula mencapai Rp 11.540 per kilogram. Posisinya lebih besar dari estimasi harga yang diharapkan petani Rp 11.250. Menurutnya, melihat tren harga lelang gula di sejumlah daerah, seperti di Jawa Timur di bawah Rp10 ribu per kilogram. Diharapkan tidak berimbas pada lelang gula di Jabar yang akan digelar beberapa hari mendatang.

“Beberapa biaya produksi seperti upah tenaga kerja, dan sewa lahan perkebunan terus naik. Untuk itu, harga lelang gula di tingkat petani juga harus naik. Hal itu untuk menjamin stabilitas produksi tebu rakyat di tahun yang akan datang,” kata Haris menegaskan.

Berdasarkan data dari APTRI JABAR, produksi gula hingga 2 Juli 2012, dari 2 pabrik gula saja sudah mencapai 2.200 ton, kalau diakumulasikan dengan 2 pabrik gula lainnya, diperkirakan total produksi gula pada lelang putaran kedua nanti mencapai 3.000 sampai 3.500 ton.

“Dengan peningkatan produksi pada lelang putaran kedua ini, kami berharap harga gula di tingkat lelang tidak terlalu terpengaruh, berdasarkan hasil rapat dengan para pengurus di tingkat DPC APTRI, kalau penawaran harga gula di bawah Rp10 ribu para petani sepakat untuk menahan gula,” jelasnya.

Haris menambahkan penurunan harga gula di tingkat petani selain faktor meningkatnya produksi gula, juga bisa disebabkan meningkatnya rembesan gula rafinasi (impor) di pasaran, sehingga mengakibatkan anjloknya harga pada saat lelang gula.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Jawa Barat Hendy Jatnika menilai perubahan harga gula hanya bisa ditentukan oleh pasar. Menurutnya tidak ada regulasi dari pemerintah untuk menentukan harga, selain penetapan harga dasar gula oleh pemerintah pusat sebesar Rp8.100 per kilogram.

Terkait rencana menahan pelepasan gula jika harga tidak naik seperti yang diharapkan, Jatnika menyarankan agar petani bisa memanfaatkan pinjaman dari pihak perbankan atau lembaga keuangan lainnya.RED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger