' Bahaya Flu Burung Hantui Karawang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bahaya Flu Burung Hantui Karawang

Bahaya Flu Burung Hantui Karawang

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:50 PM

KARAWANG - Seorang warga Karawang menjadi korban meninggal yang ke 158 akibat terinfeksi virus H5N1 atau Flu Burung. Hal itu diumumkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes

Korban terdata atas nama KK (perempuan, umur 8 tahun) warga Karawang, Jawa Barat. Seperti disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta, Kamis (5/7). Menurutnya, tanggal 18 Juni 2012, KK (8) mulai mengalami demam. Lalu pada 19 Juni, korban KK pergi berlibur ke Singapura dan keesokan harinya berobat di dokter praktek swasta dan didiagnosa radang tenggorokan.

Lanjut, 24 Juni kembali ke Jakarta. Tanggal 25 Juni, menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Karawang dengan keluhan panas lebih dari satu minggu, muntah, batuk, tidak nafsu makan dan didiagnosa febris dan penurunan kesadaran dan hasil foto toraks ada Bronchopneumonia Duplex.

Sejarah kesehatan KK berikutnya, tanggal 26 Juni pulang paksa. Tapi keadaannya semakin memburuk lalu berobat ke RS di Jakarta Barat. KK menjalani pemeriksaan dan dipasangkan ventilator dan masuk ICU. Pada 28 Juni dirujuk ke RSP dengan diagnosa suspek flu burung. Memasuki 29 Juni, hasil pemeriksaan sampel oleh Litbangkes (BTDK) dinyatakan Positif H5N1. "Kondisinya pun semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 3 Juli 2012 pukul 22.45 WIB," kata Tjandra.

Dikatakan, terkait hal ini segera dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah kasus, lingkungan sekitar, pasar dan RS tempat kasus dirawat sebelum dirujuk ke RS rujukan FB (RSP). Didapatkan kemungkinan faktor risiko yaitu kontak dengan unggas. Sebab sebelumnya, tanggal 12 Juni, KK pergi ke pasar bersama ayah dan kakaknya. Yakni membeli 5 ekor ayam hidup di mana Ia ikut memilih ayamnya dan dipotong di tempat pemotongan unggas (TPU). KK juga turut memegang ayam yang sudah dipotong tersebut. "Setiap kali KK ke sekolah melewati pasar baru Karawang yang ada penjual unggasnya,” ucap dia.

Dengan bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai kini adalah 190 kasus dengan 158 kematian. Pihaknya pun selaku focal point International Health Regulation (IHR) telah menginformasikan tentang kasus ini ke WHO.AN/LIL

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger