' Antisipasi Pemilih Siluman, Posko Perbatasan Dibangun - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Antisipasi Pemilih Siluman, Posko Perbatasan Dibangun

Antisipasi Pemilih Siluman, Posko Perbatasan Dibangun

Written By dodi on Monday, July 9, 2012 | 8:00 AM

KOTA BEKASI (LJ) - Antisipasi mobilisasi massa, kubu Jokowi-Ahok mulai membangun posko di perbatasan antara wilayah DKI Jakarta dengan Propinsi Jawa Barat. Posko sengaja dibangun saat masa tenang, karena di saat seperti ini diperkirakan ‘pemilih siluman’ akan mulai masuk ke Ibukota.
    Di Kota Bekasi, posko tersebut diantaranya dibangun di daerah Kranggan Kecamatan Jatisampurna, di Jalan Raya Jatimakmur Kecamatan Pondok Gede, di Kranji Kecamatan Bekasi Barat serta di Jalan Raya Pondok Ungu Kecamatan Medansatria.
    “Sebagai daerah penyangga Ibukota, kita punya kewajiban untuk mengawal agar Pilkada DKI berjalan jujur dan adil,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Edi Sucipto, Minggu (8/7).
    Bukan hanya mengawal agar tidak terjadi kecurangan terutama di perbatasan, namun posko ini juga dibangun untuk menampung masukan dari warga. “Seperti adanya warga yang belum punya undangan memilih. Meskipun sudah tinggal di Bekasi, namun banyak warga yang masih punya KTP DKI. Mereka itu tetap warga DKI yang resmi, jadi masih punya hak pilih,” imbuhnya.
    Wakil Ketua Bidang Infokom DPD PDI Perjuangan Propinsi Jawa Barat, Waras Wasisto mengatakan, posko tersebut bukan hanya dibangun di Bekasi. Tapi juga di daerah perbatasan lainnya, seperti Bogor, Depok dan wilayah perbatasan antara DKI dengan Banten di Tangerang. “Posko ini juga untuk mengamankan suara warga komuter yang jumlahnya mencapai 6 persen dari total DPT yang telah ditetapkan KPU DKI,” katanya. “Jangan sampai ada diantara mereka, yang tidak punya hak pilih,” lanjutnya.
    Komuter adalah warga yang tinggal di daerah penyangga, tapi beraktifitas di DKI Jakarta. Banyak diantara mereka yang masih ber KTP DKI dan punya hak pilih di Pilkada 11 Juli mendatang.
    Posko sendiri akan ditunggu oleh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan. “Kita akan kawal terus hingga proses Pilkada DKI selesai,” katanya. “Kalau ada warga yang ber KTP DKI kita akan minta warga bisa mensukseskan Pilkada, tapi kalau KTP Bekasi tapi aktifitas di Jakarta kita akan minta warga ikut mengawasi bila terjadi pelanggaran,” tutupnya.
    Tim sukses Jokowi-Ahok bidang pengaman suara, Riano Oscha, mengatakan, posko perbatasan harus dibangun karena sejumlah permasalahan masih terjadi. Salahsatunya adalah, tingginya angka pemilih fiktif dan ganda yang terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT). “Jumlahnya masih 400 ribu lebih, makanya kita harus awasi jangan sampai itu dimanfaatkan oleh pemilih siluman,” katanya.
    “Selain petugas di posko perbatasan, kita juga sudah terjunkan regu penggerak pemilih (Guraklih) untuk mengawasi itu,” tandasnya. RIK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger