' Anggota Dewan Cenderung Hidup Mewah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Anggota Dewan Cenderung Hidup Mewah

Anggota Dewan Cenderung Hidup Mewah

Written By dodi on Wednesday, July 11, 2012 | 3:54 PM

KAB.BANDUNG,(LJ)-Anggota dewan Kabupaten Bandung mulai terjangkit penyakit hedonisme, yaktu perilaku hidup mewah dan berlebihan. Gaya hidup kalangan elit politik semacam ini, telah menciderai posisinya sebagai wakil rakyat.
    “Rumah mewah, mobil mewah, memakai produk ternama, sudah menjadi hal yang biasa bagi kalangan elite politik. Bahkan studi banding ke luar daerah maupun luar negeri, dijadikan ajang refreshing berjamaah. Karakter mereka ini adalah suatu kecacatan besar bagi pertumbuhan politik," jelas Staf Poldagri, Kesbanglinmas Kabupaten Bandung, Edi Suhaedi, kepada LINGKAR JABAR,di Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin.
    Menurutnya, mereka cenderung berpikir pragmatis untuk mendapatkan sejumlah uang dalam waktu singkat. Maka tidak heran setiap tahun wabah tersebut semakin menjadi-jadi di kalangan elite politik. Dengan gaya hidup hedonisme,secara tidak langsung mereka yang notabene sebagai wakil rakyat akan kehilangan sense of crisis, dan hilangnya kepekaan terhadap masyarakat kurang mampu.
    “Mereka bukan lagi sebagai representasi dari masyarakat, melainkan sebagai artis dagelan politik yang setiap hari berbicara atas nama rakyat, namun tidak merepresentasikan rakyat. Gaya hidup seperti inilah yang tidak patut dicontoh masyarakat. Terlebih anggota Dewan merupakan formulasi dari aspirasi rakyat,rakyat memilihnya karena memang mereka pantas duduk di kursi panas Senayan. Jadi perbuatan mereka dan tingkah laku mereka merupakan panutan/contoh bagi rakyat, “ ungkapnya.
    Seperti halnya, kegiatan yang dilakukan oleh salah satu wadah organisasi di Gedung ormas Islam, yang mengundang, eksekutif dan legislative salah satu bukti kurangnya kepercayaan system kinerja anggota dewan.
    “Apa jadinya bila hedonisme para elite politik merambah ke masyarakat. Tapi jika karakter para elite politik yang sederhana, humanis,dan kritis,maka praktik kompetisi korupsi akan berkurang, kancah perkembangan percaturan politik semakin sehat, dan Indonesia akan sejahtera, “ tandasnya. (FEN)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger