' Ada Aliran Dana Korupsi Hambalang ke Orang Penting - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ada Aliran Dana Korupsi Hambalang ke Orang Penting

Ada Aliran Dana Korupsi Hambalang ke Orang Penting

Written By dodi on Tuesday, July 24, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR - Penanganan kasus korupsi dalam proyek pembangunan pusat olahraga nasional di kawasan Hambalang, Citeureup-Kabupaten Bogor, Jawa Barat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalami perkembangan dan bahkan kian menarik bagi pimpinan KPK. Ketertarikan itu, bisa dikatakan sebagai tantangan bagi pihak KPK untuk menguak keterlibatan sejumlah orang penting di kabinet dan partai politik yang berkuasa pasca penetapan seorang pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Deddy Kusnidar, sebagai salah satu tersangka kasus tersebut.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan dan Pencegahan, Bambang Widjojanto, mengungkapkan, penyidik KPK menemukan data berisi informasi tentang aliran dana dalam jumlah besar ke rekening sejumlah orang penting yang selama ini disebu-sebut terlibat dalam skandal Hambalang. Karena itu, tambah Bambang, tidak menutup kemungkinan KPK akan menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyidikan kasus Hambalang.

"Kasus ini menarik, karena ada sejumlah aliran dana dalam jumlah besar kepada pihak-pihak tertentu. Kemudian setelah kasus ini muncul dan menjadi pemberitaan utama banyak media massa, tiba-tiba dana itu ditarik kembali, seperti hendak menghilangkan jejak gitu," kata Bambang dalam keterangan persnya kepada wartawan, Senin (23/7). Namun begitu, meski berulangkali didesak wartawan, mantan Ketua YLBHI itu tetap enggan merinci soal aliran dana tersebut.

Meski demikian, Bambang tak menampik jika nanti akan ada tersangka berikutnya baik dari penyelenggara negara maupun pihak swasta pada kasus proyek senilai Rp2,5 triliun itu. Tetapi, saat ini KPK masih fokus terhadap satu tersangka. "Sementara ini kami masih fokus pada DK," tandasnya seraya menambahkan bahwa aksi penggeledahan petugas KPK di sejumlah lokasi pada saat bersamaan, pertengahan pekan lalu, merupakan salah satu langkah KPK untuk mengurai benang kusut dalam penanangan kasus itu.

Sebelumnya, Juru BicaraKPK Johan Budi S,P, menyatakan bahwa penyidik KPK masih terus mendalami dan mengevaluasi secara intensif terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan proyek Hambalang, yang disita saat penggeledahan pada Rabu (18/7) lalu. "Saat ini setelah ditingkatkan ke penyidikan, Tim Penyidik masih fokus menelaah dan mengevaluasi dokumen-dokumen yang disita saat penggeledahan soal Hambalang," kata Johan Budi.

Ditambahkan olehnya, KPK bekerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri aliran dana proyek tersebut. Pasalnya, KPK mengendus adanya dua indikasi korupsi dalam proyek tersebut. Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years atau tahun jamak. Pengadaan proyek Hambalang ditangani Kerja Sama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. "KPK meminta kepada PPATK untuk menelusuri aliran dana dalam proyek Hambalang. Untuk kasus-kasus yang lain, KPK diberikan data transaksi oleh KPK. Tapi untuk kasus yang ini, KPK memang meminta kepada PPATK," sambung Johan.

Sebelum menaikkan status penanganan Hambalang, tim penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah tempat untuk mencari bukti berkaitan dengan proyek Hambalang yang disebut-sebut memakan biaya Rp2,5 Triliun, seperti kantor Kemenpora di kawasan Senayan, Gudang Arsip Kemenpora di Cibubur, Kantor PT Adhi Karya, dan Kantor PT Wijaya Karya. Untuk kasus ini, KPK telah menetapkan Karo Perencanaan dan Keuangan Kemenpora, Deddy Kusdinar sebagai tersangka dan mencegah tiga orang pengusaha subkontraktor untuk bepergian ke luar negeri. COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger