' Warga Tuntut Pemerintah Lakukan Pelebaran Jalan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Warga Tuntut Pemerintah Lakukan Pelebaran Jalan

Warga Tuntut Pemerintah Lakukan Pelebaran Jalan

Written By dodi on Friday, June 15, 2012 | 5:22 PM

KAB.BANDUNG.LJ.- warga Kampung Cae Desa, Kiangroke Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, menuntut pemerintah setempat untuk melakukan pelebaran jalan sekitar 3 meter. Tuntutan ini,karena bersamaan dengan adanya proyek Kementerian Pekerjaan Umum yang sedang melaksanakan proyek pembentengan diwilayah ini.
    Dalam proyek pemerintah ini, diduga akan diadakan pelebaran jalan sekitar 1 meter. "Kesempatan itu hanya ada sekali saja, dan kami hanya minta pemerintah melakukan pelebaran jalan alternatif di wilayah RW 07," jelas beberapa warga Kampung Cae kepada LINGKAR JABAR kemarin.
    Menurut warga, jalan yang mereka minta untuk dilebarkan, karena dinilai menjadi jalan alternatif strategis untuk perekonomian warga. Menurut Ade, Ketua RW 07, jalan ini adalah jalan yang menuju tempat pembuangan sampah sementara dan sebagai jalan strategis untuk mengangkut hasil pertanian warganya,” ujarnya. 
    Menurutnya, penyempitan jalan alternatif tak dapat dilalui kendaraan roda empat. Warga khawatir mobil pengangkut sampah tidakdapat melintas bila sewaktu-waktu mengangkut sampah di wilayah tersebut.
    Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua BPD, Dedi Sugandhi, mengatakan,warga minta pemerintah untuk memberikan pelebaran jalan 3 meter. "Saat ini, kami hanya diberikan 1 meter.Dan, kami juga menyayangkan, kinerja kepala desa yang dinilai kurang memperhatikan aspirasi warganya," kata dia.
    Sementara itu, Kepala Desa Kiangroke, kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Aten Gunawan, mengatakan, pihaknya sangat peduli dengan kebutuhan warganya. “Kami sangat peduli kepada masyarakat Kampung Cae, terlihat pemerintah sudah memberikan akses jalan selebar 3 meter,“ katanya.
    Soal pembuatan benteng yang memakan lahan milik warga, diakui dia, karena warga tersebut menempati dan berada di tanah pemerintah. Selain itu, pemerintah sudah memberikan kompensasi kepada warga, yaitu dengan diperbolehkannya warga untuk menggunakan lahan kosong untuk dijadikan lapangan sepak bola.
    “Bila disimpulkan luas lahan negara yang tadinya 40.000 meter, kini sudah hilang sekitar 7.000 meter. Kami pun minta kepada pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum tidak mengutak atik tanahnya yang sedang dipakai warga masyarakat,” ungkapnya. (FEN)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger