' Tukang Gigi Ancam Demo Besar-Besaran - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tukang Gigi Ancam Demo Besar-Besaran

Tukang Gigi Ancam Demo Besar-Besaran

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 3:30 PM

KOTA BEKASI (LJ) - Ketua Perkumpulan Tukang Gigi Seluruh Indonesia (PTGI), Arifin, mengancam akan melakukan demonstrasi ke Jakarta jika pemerintah tetap memberlakukan  Permenkes 1871 tahun 2011 yang melarang usaha tukang gigi.
    "Kita akan demo dan akan bawa keluarga jika Permenkes 1871 tahun 2011 tetap diberlakukan, karena akan mematikan usaha sekitar 75.000 tukang gigi seluruh Indonesia," kata Arifin pada acara Rapimnas PTGI, di Islamic Center Bekasi, Kamis (31/5).
     Sementara, Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi, Heri Koeswara meminta pemerintah mengkaji ulang Permenkes 1871 tahun 2011 karena dianggap merugikan para tukang gigi. "Setiap peraturan yang dikeluarkan pemerintah harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian masyarakat, jika dianggap merugikan maka harus di kaji ulang," ujar Heri Koeswara yang hadir sebagai pembicara di acara tersebut.
    Heri meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi memperbolehkan tukang gigi melakukan usahanya. Heri juga akan menampung hasil Rapimnas PTGI dan selanjutnya akan ditembuskan ke pemerintah pusat. "Saya berharap pada Dinkes agar memberikan kesempatan kepada para tukang gigi untuk melakukan praktek seperti biasa sebelum nantinya akan di putuskan pemerintah pusat," katanya.
    Dijelaskannya, dalam waktu dekat ini Komisi D akan memanggil Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar bisa mencari solusi atas persoalan yang saat ini sedang dihadapi oleh para tukang gigi. "Kita akan panggil Dinas Kesehatan, karena ini menyangkut 800 tukang gigi di Kota Bekasi dari 75.000 tukang gigi di seluruh Indonesia," pungkasnya.
    Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Anne Nur Candani Handayani, meminta para tukang gigi bersabar dengan adanya  Permenkes 1871 tahun 2011 yang melarang aktivitas para tukang gigi. "Di Kota Bekasi terbesar tukang gigi se indonesia mencapai 800 orang, tetapi juga terbanyak yang belum berizin, jadi saya akan coba melakukan komunikasi ke pusat dan harap semua bersabar," ujarnya. RIK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger