' Tolak Dijadikan Budak, Buruh Pertamina Balongan Berontak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tolak Dijadikan Budak, Buruh Pertamina Balongan Berontak

Tolak Dijadikan Budak, Buruh Pertamina Balongan Berontak

Written By dodi on Wednesday, June 20, 2012 | 2:10 PM

INDRAMAYU - Lalulintas di Jalan Raya Pantai Utara (Pantura), kemarin, sempat lumpuh akibat aksi massa buruh Pertamina yang berdatangan dari sejumlah titik pengeboran di Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat. Memang aksi blokade jalan tak berlangsung lama, hanya selama setengah jam. Massa beraksi pukul 13.00 berorasi di jalur Pantura Indramayu, Blok Cemara, Losarang, setengah jam kemudian mereka membubarkan diri sembari melontarkan janji akan kembali lagi berdemo untuk membuat pihak Pertamina bertekuk lutut.

Sebelum beraksi di jalur Pantura, massa buruh outsourching atau tenaga kontrak Pertamina ini juga mendatangi gedung DPRD Kabupaten Indramayu guna menyerukan tuntutan penghapusan tenaga outsourching di Pertamina Balongan, Indramayu. Pasalnya, sistem itu tidak menghargai masa kerja pekerja yang bertahun-tahun di Pertamina. Kondisi itu seperti dialami Indra (45) yang selama 16 tahun bekerja di Pertamina EP Blok Cemara, Losarang, Indramayu.

"Setiap perpanjangan kontrak dua tahun sekali, masa kerja saya dianggap nol tahun alias baru pertama kali bekerja. Jika dibandingkan dengan pekerja yang berstatus karyawan tetap, gaji saya baru sepertiganya. Padahal, masa kerja saya sebenarnya lebih lama, ini kan tidak adil dan terkesan menjadikan kami seperti budak saja," kata Indra yang diamini oleh teman-temannya dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Aksi di Gedung DPRD Indramayu ini sempat diwarnai saling dorong antara buruh dengan polisi. Para pekerja kontrak tersebut dengan lantang menyuarakan menuntut agar sistem kontrak dan alih daya dihapuskan karena dianggap merugikan buruh. Aksi saling dorong yang berlangsung cukup lama ini, baru berhenti setelah Ketua Komisi A DPRD Indramayu, menemui buruh dan berjanji akan mengupayakan tuntutan para buruh.

Kepada wakil rakyat, para buruh menyampaikan tuntutannya agar manajemen Pertamina Balongan, Indramayu, menghapuskan sistem kerja kontrak serta alih daya atau outsourching, karena merugikan kaum buruh. Para buruh mengancam akan menggelar aksi mogok massal jika tuntutannya tidak disetujui Pertamina. "Sistem kerja outsourcing sama dengan perbudakan dan tidak manusiawi," Ketua Umum KASBI Nining Elitos.

Selain menuntut perubahan status para buruh dan pekerja lepas tersebut, massa juga menuntut Pertamina memberikan jaminan sosial, asuransi keselamatan kerja, dan perbaikan upah. Jika tak dipenuhi, maka para pekerja yang sudah sangat marah terhadap Pertamina itu mengancam akan melakukan aksi mogok kerja massal serta turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar lagi.

Terkait dengan hal tersebut, Asisten Manajer Humas PT Pertamina Eksplorasi Produksi Region Jawa, Dian Hapsari, mengatakan pengangkatan buruh lepas menjadi karyawan tetap merupakan kewenangan pusat. Selebihnya, Dian tak mau berkomentar apapun kepada wartawan. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger