' THM Rawan Penyebaran HIV-AIDS - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » THM Rawan Penyebaran HIV-AIDS

THM Rawan Penyebaran HIV-AIDS

Written By dodi on Friday, June 15, 2012 | 5:42 PM

KABUPATEN CIREBON, (LJ).- Kawasan atau tmpat hiburan malam (THM) diketahui menjadi tempat paling rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS, apalagi dilokasi ini juga disediakan para pelaku pekerja seks komersil. Dengan banyaknya THM di Kabupaten Cirebon, menyebabkan daerah ini sebagai salahsatu daerah potensial penyebaran Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS).
    Sejak awal Januari hingga Mei 2012, tercatat 35 temuan kasus baru orang yang positif terjangkit HIV-AIDS.
    "Banyaknya tempat hiburan malam dengan praktik prostitusi selain penyalahgunaan narkotika melalui jarum suntik, menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus penyebaran HIV-AIDS. Ini fakta yang memerlukan kesungguhan semua pihak dalam menanggulangi penyebaran salah satu virus yang membahayakan ini," ungkap Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Cirebon, Deni Agustin dalam pertemuan pers, di salah satu rumah makan di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/6).
    Dalam kesempatan itu, Deni menjelaskan, temuan kasus penderita HIV-AIDS dalam kurun waktu 2000 hingga 2012, mencapai 596 kasus yang terdiri dari kategori luar wilayah sebanyak 312 kasus, dan dalam wilayah sebanyak 284 kasus. "Kalau luar wilayah itu berarti kasus yang ditemukan di dalam lembaga pemasyarakatan di wilayah Kabupaten Cirebon. Jumlah penderita HIV-AIDS yang ada di dalam wilayah dengan yang di luar wilayah memang lebih banyak yang di luar wilayah. Karena, orang yang tidak sedang berurusan hukum masih bisa melarikan diri dari pemeriksaan," katanya.
    Deni menambahkan, meskipun penderita HIV-AIDS yang terungkap pada awal 2012 hingga Mei 2012 ini relatif sedikit, akan tetapi dikhawatirkan berpotensi membesar. "Dari segi risiko, memang hal ini dianggap rawan. Meskipun yang terungkap baru 35 temuan, akan tetapi ini dikhawatirkan seperti gunung es," tuturnya.
    Deni menambahkan, untuk memutus rantai penularan HIV-AIDS, tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, dan pengawasan harus melibatkan berbagai pihak terkait.
    "Mata rantai penularan HIV-AIDS di Kabupaten Cirebon, bisa diputus jika ada koordinasi baik dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas tenaga kerja dan sosial, polisi pamong praja, kepolisian, dan Badan Narkotika Kabupaten Cirebon," ujarnya.GYO/HEN-C12

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger