' Suryadharma Tantang KPK Buktikan Korupsi Pengadaan Al Quran - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Suryadharma Tantang KPK Buktikan Korupsi Pengadaan Al Quran

Suryadharma Tantang KPK Buktikan Korupsi Pengadaan Al Quran

Written By dodi on Tuesday, June 26, 2012 | 1:54 PM


BANDUNG - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali terkesan gerah dan galau dengan merebaknya isu dugaan korupsi dalam pengadaan Al Quran di Kementerian Agama. Yakin tak ada korupsi di instansi yang dipimpinnya, Suryadharma yang juga Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa lembaga yang dipimpinnya itu. 

Hal tersebut diungkapkannya usai memberikan orasi dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Hotel Harris Kota Bandung. "Terus terang saya tidak tahu mengenai tudingan yang dilancarkan oleh KPK itu. Tapi kami siap untuk diperiksa, silakan buktikan secara hukum,” kata Suryadharma kepada wartawan di Hotel Harris, Jalan Peta Kota Bandung, Senin (25/6), terkait dengan dugaan korupsi di Kemenag.

Suryadharma mengatakan, saat ini Kemenag sudah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan internal untuk membuktikan tuduhan tersebut. Tim tersebut, diakui Suryadharma, sudah dibentuk dan diketuai oleh seorang inspektorat jenderal (irjen). “Sebenarnya jika media ingin mengetahui seluk beluk kebenarannya bisa langsung bertanya kepada KPK. Dan tolong juga jangan digogoreng (diperburuk) karena menyangkut sesuatu yang sangat besar,” tandasnya.

Seperti diketahui, penyidik KPK saat ini sedang menelusuri dugaan korupsi pengadaan Al Quran di Kemenag pada tahun anggaran 2010-2011. Proyek itu diperkirakan terjadi di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag), yang saat itu dipimpin Nazaruddin Umar. Namun, hingga kini, belum ada penjelasan lebih rinci. Sekedar informasi, Nazaruddin Umar saat ini menjabat Wakil Menteri Agama.

"Penyelidikan saat ini untuk melihat, apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak. Kalau ada indikasi kuat korupsi, dengan ditemukan dua alat bukti yang cukup, baru statusnya dinaikkan ke penyidikan," kata Juru Bicara KPK Johan  Budi S.P seraya menambahkan jika sudah masuk penyidikan, nanti baru semakin jelas bagaimana modus korupsi dan berapa kerugian negara. "Kalau sekarang, saya masih belum bisa ngomong apa-apa," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad, Rabu, membenarkan informasi yang menyebutkan bahwa KPK tengah menyelidiki proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama. Menurut Abraham, pengadaan Al Quran itu terjadi di Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama. "Kayaknya enggak lama lagi naik ke penyidikan," kata Abraham. Sejauh ini, tambah Abraham, KPK telah melakukan satu kali gelar perkara atau ekspose terkait proyek tersebut. 

Terkait dengan hal itu, para tokoh dan ulama mengharapkan KPK bekerja serius sampai tuntas untuk membuktikan apakah dugaan korupsi itu benar atau tidak. "Saya sangat tersentak ketika membaca itu (berita dugaan korupsi pengadaan Al Qur’an). Maka, perlu verifikasi apakah betul demikian. Tapi, mudah-mudahan itu tidak benar, karena akan sangat memalukan jika benar terbukti dalam pemeriksaan KPK," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, usai penutupan Tanwir Muhammadiyah, di Bandung, Minggu (24/6).

Din menyinggung pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, mengenai adanya dugaan kasus korupsi pengadaan Al Quran bisa kembali menempatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai kementerian terkorup. "Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi ’juara bertahan’ sebagai kementerian paling korup. Ini memang memalukan, dan itu bukan menurut saya, tapi menurut ICW atau Lembaga Transparasi Indonesia menuturkan selama ini, Kemenag menjadi ’kementerian paling korup’," ujar Din.

Menurut Din lagi, dugaan korupsi pengadaan Al Quran di tubuh Kementerian Agama sebuah ironi tersendiri bagi bangsa Indonesia saat ini. "Kalau di Kementerian Agama terjadi korupsi seperti ini, bagaimana nantinya kalau mau melakukan pembinaan kehidupan beragama. Ini sangat memukul perasaan umat," kata tokoh yang memiliki ciri khas rambut putih ini. FER/COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger