' Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor didominasi Berbaju Kampret - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor didominasi Berbaju Kampret

Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor didominasi Berbaju Kampret

Written By dodi on Monday, June 4, 2012 | 2:30 PM

BOGOR (LJ) - Pakaian serba hitam atau lebih dikenal baju Kampret mendominasi ruang Sidang DPRD Kota Bogor dalam sidang paripurna Istimewa DPRD memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 530, Minggu (3/6).
    Sidang Paripurna Istimewa kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sidang–sidang paripurna sebelumnya peserta Sidang hanya mengenakan pakaian adat sunda bisa, kali lebih Istimewa. Pakaian Kampret ciri kahs sunda lebih mendominasi ruangan sidang DPRD Kota Bogor.
    Baju serba hitam lengkap dengan totopong (ikat kepala) dikenakan para petinggi Kota Bogor, termasuk juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan,  Para pejabat yang hadir mengenakan baju kampret yaitu Walikota Bogor Diani Budiarto, Kapolre Bogor Kota AKP Hilman,  Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Sinyo, Kepala Kejaksaan Negeri Bogor Ghazali Hadari dan jajaran Muspida Kota Bogor  dan Muspida Wilayah.
    Sejumlah pejabat lainnya yang mengenakan baju Kampret termasuk beberapa Camat, Lurah dan pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kota Bogor lainnya. Menariknya, lagi  Camat Bogor Selatan Dadang Abdurachman yang mempelopori penggunaan baju Kampret kepada para lurahnya datang ke Gedung DPRD Kota Bogor dengan menaiki delman.  “Hari ini kita tanggalkan baju dinas, dan hari ini kita mengenakan baju kampret,“ kata Dadang Abdurachman.
    Baju kampret yang digunakan para pejabat menarik perhatian undangan yang hadir dan masyarakat yang melihatnya. Mereka tidak hanya sekedar mengenakan baju Kampret tapi menyelipkan sebilah golok dipingangnya, lengkap dengan tas kaneron diselendangkan dipundaknya, mirip seorang “Jawara”.
    Bahkan, Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan sengaja membawa senjata Kujang ciri khas Pajajaran yang selipkan dipinggangnya. Sesekali Bambang mencabut  sambil mengacung-ngacungkan senjata Kujangnya, sehingga mengundang perhatian yang melihatnya. Tidak sedikit undangan yang meminta foto bersama dengan Bambang Gunawan.
    Uniknya lagi, tas kaneron yang dibawa Kepala Dinas Peridustrian Kota Bogor Eddy S Warsa  berisi talas bogor, bengkuang dan sebungkus kopi. “Saya membawa talas, dan bengkuang karena sering dijadikan oleh-oleh atau buah tangan para pelancong yang datang ke Bogor,“ kata Eddy.
    Pengunaan baju Kampret dan totopong digagas seorang seniman dan budayawan Bogor Dadang HP.  Jauh sebelum HJB Dadang telah mengusulkan kepada Pemerintah Kota Bogor, agar HJB kali ini tidak hanya sekedar mengenakan pakaian adat sunda, tapi ada ciri khasnya,  sehingga gaung  peringatan HJB akan lebih terasa.   “ Saya cukup puas ternyata  gagasan saya direspon oleh para petinggi Kota Bogor, “ ujar Dadang. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger