' Sektor Jasa dan Niaga Andalan Depok Tingkatkan PAD - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Sektor Jasa dan Niaga Andalan Depok Tingkatkan PAD

Sektor Jasa dan Niaga Andalan Depok Tingkatkan PAD

Written By dodi on Tuesday, June 5, 2012 | 4:52 PM

DEPOK (LJ)-Karena Depok tidak memiliki sumber daya alam dan objek wisata yang di andalkan maka, sektor jasa & Niaga menjadi sektor pilihan pemasok pendapatan asli daerah (PAD) untuk kota Depok. Dari sebelas kecamatan,hanya satu yang memiliki obyek wisata religi yaitu kita kenal dengan Mesjid Kubah Emas di kecamatan Limo," ungkap Kepala Bidang Pendapatan Satu Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Depok Ahmad Helmi pada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, kemarin.
    Meski katanya proses perjalanannya agak tertatih-tatih, tapi mulai tampak kekuatan lokal. Dia mencontoh, sejumlah daerah sudah berhasil menunjukkan keunggulan identitasnya walaupun bekerja dibawah keterbatasan. "Ini merupakan sinyal positif di tengah pesimisme atas menurunnya kinerja pemerintah daerah di sebagian terbesar daerah otonom," jelasnya.
    Khusus Pemerintah kota Depok, lanjut dia, telah membuka seluas-luasnya bagi pelaku usaha dan para pedagang untuk meningkatkan aktifitas perekonomian, begitu juga terhadap konsumen, akan mendapatkan layanan lebih baik dan berkualitas.
    Dia memberi contoh "best practies", dan beberapa contoh lainnya yang berkaitan dengan penyediaan infrastruktur pedesaan, pengelolaan lingkungan hidup, reformasi birokrasi perizinan dan kebijakan afirmatif bagi usaha mikro kecil, merupakan sukses kecil otonomi daerah. "Ragam kreatifitas yang di lakukan lebih berkembang di bandingkan pada masa centralisasi," ungkap Ahmad.
    Ahmad berpendapat hal substantif yang menjadi pedoman berkarya, bukan remeh mekanistis yang bersifat robotik optimisme, meski di bangun melalui beberapa sukses kecil tersebut ini di butuhkan untuk kapitalisasi endowment yang di miliki seperti tanah, sumber daya mineral dan jumlah penduduk untuk manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
    Pengenalan yang memadai atas potensi yang dimilikinya dengan bantuan ilmu pengetahuan, dan sandaran pada nilai-nilai keutamaan hidup yang diyakini, diharapkan menuntun otoritas publik menelurkan kebijakan pembangunan yang berkesinambungan,"ucapnya.
    Ia menegaskan tidak saja bagi manfaat ekonomi namun juga membentuk keutuhan sosial, dan terjaganya ekosistem lingkungan hidup. kebijakan tersebut kemudian terus dilembagakan pelaksanaanya dalam rambu-rambu tata kelola pemerintahan yang baik tanpa kelembagaan yang dijalankan para aktor yang bekerja dalam suatu sistem yang mengarahkan perilaku kerja yang baik, tujuan perbaikan pelayanan publik dan peningkatan akses ekonomi warga tidak akan pernah tercapai.
    Diluar persoalan besar otonomi daerah seperti perimbangan keuangan pusat dan daerah, pemekaran daerah, diskriminasi atas nama demokrasi. Tantangan didepan mata yang membutuhkan respon segera adalah hal-hal yang terkait dengan kelembagaan.     "Untuk menunjukan kelembagaan yang baik, sejumlah hal perlu menjadi agenda kerja, diantaranya sinkronisasi antara program dan dukungan anggaran, yang dibanyak daerah saat ini masih jauh dari terwujud," pungkasnya.WYD
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger