' "Saya Gak Ngerti Tentang Proyek" Proyek Jaling Terindikasi Rugikan Pemkab Bekasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » "Saya Gak Ngerti Tentang Proyek" Proyek Jaling Terindikasi Rugikan Pemkab Bekasi

"Saya Gak Ngerti Tentang Proyek" Proyek Jaling Terindikasi Rugikan Pemkab Bekasi

Written By dodi on Monday, June 4, 2012 | 3:30 PM

BEKASI (LJ) – Proyek pekerjaan peningkatan jalan lingkungan (Jaling) di Desa Karang Raharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi disoal berbagai kalangan. Proyek yang dikerjakan CV Bayau dengan nomor kontrak SMPK: 602.1/187-LU/SMPK/DBM-PSDA/IV/2012, senilai Rp 295.580.000 yang bersumber dari APBD 2012 itu, dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditentukan.
     Ironisnya, Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (DBMPSDA) Kabupaten Bekasi menempatkan seorang pengawas lapangan yang tidak mengerti tentang teknis pekerjaan proyek peningkatan jalan lingkungan. Hal itu diakui Endang Susana dan Vera Agustiani yang ditugaskan sebagai pengawas lapangan.
    “Saya gak ngerti apa-apa tentang proyek. Dalam pengawasan, saya hanya duduk manis di warung dengan pihak rekanan,” ujar Vera Agustiani, kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
     Vera juga mengaku tidak mengerti ketika ditanya mengenai lapisan pondasi bawah (LPB), pasir, batu, sirtu yang dicampur dengan tanah, ketinggian jaling 6 cm dan menggunakan beton K300. “Waduh, saya tidak tahu menahu masalah itu. Tanyakan saja langsung ke pemborongnya. Saya cuma mengawasi aja,” tutur Vera sambil tersenyum bingung.
     Sementara, pihak CV Bayau yang diwakili Samosir mengaku tidak masalah jika materi beton encer karena terlalu banyak air. “Tak masalah banyak air, sebab dibawahnya kita beri lapisan plastik agar tidak menyerap, sehingga kualitas beton kuat,” ujarnya.
     Samosir juga menjelaskan, kualitas beton tidak dapat diukur dengan K300 atau K350. “Sama aja, mau pakai K300 atau K350. Kualitas beton tidak bisa dilihat dari K300 atau K350,” kelitnya.
     Terpisah, Sekjen Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD), Madrawi menuding pekerjaan yang dilakukan CV Bayau itu sudah menyalahi spesifikasi dan RAB yang telah ditentukan DBMPSDA. “Sesuai dengan RAB, LPB peningkatan jalan itu harus menggunakan kelas B (Beskos/batu kapur-red) bukan pasir bercampur dengan tanah,” beber Madrawai.
     Dengan kondisi pekerjaan itu, JMPD meminta agar pemerintah daerah tidak membayar penuh pekerjaan yang diduga telah merugikan keuangan daerah. “kami akan menyikapi temuan ini ke dinas terkait. Sebab, dengan kondisi pekerjaan itu, bisa jadi dapat merugikan keuangan daerah, karena menggunakan APBD 2012,” ancamnya. (WAR/SEP)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger