' RT Dibebankan Membeli Buku Juklak dan Juknis RT - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » RT Dibebankan Membeli Buku Juklak dan Juknis RT

RT Dibebankan Membeli Buku Juklak dan Juknis RT

Written By dodi on Tuesday, June 19, 2012 | 3:58 PM

CIANJUR (LJ) - Setelah gagal melakukan pemotongan uang sebesar Rp250.000 per RT, untuk keperluan penyertaan modal koperasi serba usaha (KSU), kini pembelian buku petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) untuk setiap RT yang dibanderol sebesar Rp200.000, tampaknya bakal kembali mentah.
    “Pembelian buku juklak dan juknis penggunaan dana bantuan Rp10 juta per RT bukan suatu kewajiban. Setiap ketua RT bisa menolak membeli buku tersebut,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Bachrudin Ali, kemarin.
    Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah RT di Kabupaten Cianjur mencapai 10.450. Jika satu RT diharuskan membeli buku juklak dan juknis sebesar Rp200.000, berarti, dana pembeliannya bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar.
    “Pembelian buku juklak dan juknis itu urusan masing-masing RT, karena itu sifatnya murni bisnis. Jadi itu tergantung antara pihak asosiasi dengan masing-masing ketua RT. Kalaupun RT nantinya merasa tidak perlu, jangan sampai dipaksa untuk membeli. Makanya saya sudah menginstruksikan mencabut lagi kebijakan rencana pemotongan dana sebesar Rp250.000 untuk keperluan penyertaan modal koperasi belum lama ini,” katanya.
    Bachrudin mengharapkan agar dana bantuan hibah Rp10 juta bisa utuh diterima setiap RT. Artinya, berbagai bentuk dugaan pungutan atau pemotongan dana bantuan apapun tidak diperbolehkan.
    “Kami (pemerintah) tidak pernah menginstruksikan para ketua RT membeli buku tersebut. Tapi itu kembali lagi kepada masing-masing RT karena penggunaan dan pengelolaan dana bantuan ini berdasarkan hasil musyawarah pihak RT. Jika memang nantinya buku itu perlu untuk memudahkan dalam segi pembinaan, ya.. terserah dari musyawarah RT,” tuturnya.
    Bachrudin tidak menafikan seandainya niat ARWT dengan menjual buku juklak dan juknis didasari kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat RT. Bachrudin menilai, tidak semua ketua RT mampu melaksanakan secara administrasi pertanggungjawabannya nanti.
    “Mungkin ARWT berinisiatif dengan adanya buku itu, bisa dijadikan alat bantu dalam proses penggunaan dana bantuan, sehingga dalam penggunaannya tidak sampai melanggar aturan,” pungkasnya.
    Sementara itu, Ketua ARWT, Gunawan, ketika dihubungi LINGKAR JABAR (Senin) 18/6), melalui telepon selular, membenarkan adanya pembelian buku juklak dan juknis RT. “Benar kalau tiap RT wajib membeli buku juklak dan Juknis RT, pembelian tersebut ada dasar hukumnya,”kata Gunawan singkat.  (RUS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger