' Ribuan Warga Karawang Mengidap Gangguan Jiwa Akibat Beban Ekonomi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ribuan Warga Karawang Mengidap Gangguan Jiwa Akibat Beban Ekonomi

Ribuan Warga Karawang Mengidap Gangguan Jiwa Akibat Beban Ekonomi

Written By dodi on Thursday, June 21, 2012 | 12:19 PM

KARAWANG - Pihak pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, mengungkapkan bahwa selama 2010 jumlah pasien gangguan jiwa hanya 994 orang. Akan tetapi, pada 2011 meningkat menjadi 1.474 orang. Adapun penyebab gangguan jiwa ini bervariasi. Namun, yang lebih mendominasi adalah faktor himpitan beban ekonomi yang membuat syaraf terganggu.

“Pasien yang berobat ke Poli Jiwa itu, sebagian besar mengalami depresi. Dengan kata lain, mereka mengalami tingkat stres cukup tinggi. Akan tetapi, belum dikatakan sebagai pasien yang kehilangan akal sehatnya. Mungkin, beban ekonomi-sosial yang melatarbelakangi depresi para pasien ini,” kata Kepala Medikalogal RSUD Karawang Asep Nursyamsu, kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/6).

Menurut Asep, tak hanya sepanjang tahun kemarin saja, selama 2012 ini pun, Poli Jiwa tak pernah sepi dari kunjungan pasien. Pihak RSUD Karawang pun membuka pelayanan gangguan jiwa setiap sepekan sekali, yakni setiap Jumat.
Dalam sepekan, rata-rata, pasien yang berkunjung sekitar 50 orang. Kebanyakan, mereka yang berobat itu statusnya pasien lama. Maksudnya, pasien tersebut merupakan pasien dari tahun sebelumnya. “Kami belum menerima rekap data pasiennya. Jadi, jumlahnya belum jelas,” ujar Asep.

Asep mengaku pengobatan pasien yang menderita depresi itu lebih sulit dari pada pasien lainnya. Karena, perlu waktu yang cukup lama dan kesabaran. Sebab, petugas medis berupaya mengembalikan ingatan dan akal sehat pasien. Adapun pasien yang ditangani di RSUD, lanjut dia, kebanyakan yang mengalami depresi dengan tingkatan ringan dan sedang.
Sedangkan, yang sudah parah biasanya akan dirujuk ke rumah sakit jiwa di Bandung. Pasalnya, jika ditangani di RSUD tidak akan teratasi. Karena, tenaga medis dan peralatan yang ada masih belum komplet. “Akan tetapi, kami berupaya untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karawang Yuska Yasin mengatakan, pemerintah berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan, termasuk di Karawang. Sampai akhir 2011 sudah terdapat 48 Puskesmas, 69 Puskesmas Pembantu (Pustu), 94 Puskesmas Keliling (Pusling) dan 10 PONED. “Diharapkan pelayanan kesehatan semakin terjangkau oleh masyarakat,” kata Yuska.

Termasuk juga, lanjut dia, masyarakat yang mengalami depresi. Pasien yang mengalami gejala depresi, bisa ditangani dulu di Puskesmas. Hal itu, merupakan tindakan awal. Akan tetapi, jika penyakitnya cukup berat, bisa langsung dirujuk ke RSUD. Dengan fasilitas kesehatan ini, kedepan diharapkan masyarakat yang depresi akan terbebas dari pola pengobatan lama yaitu pasung. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger