' Razia KTR Belasan Sopir Angkot Mengeluh - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Razia KTR Belasan Sopir Angkot Mengeluh

Razia KTR Belasan Sopir Angkot Mengeluh

Written By dodi on Wednesday, June 20, 2012 | 2:03 PM

BOGOR (LJ) - Sedikitnya 15 sopir dan penumpang angkutan kota (angkot) terjaring razia kawasan tanpa rokok (KTR) yang dilakukan petugas gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) di Jalan Taman Kecana Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/6).

Dalam razia tersebut, para pelanggar langsung menjalani pada sidang tindak pidana ringan (tipiring) dan dikenakan denda antara Rp 20.000-Rp 25.000 per orang. Selain sopir, sejumlah penumpang angkot yang kedapatan merokok di dalam angkutan umum juga ikut terjaring.

Razia yang dimulai sekitar pukul 10.30 juga melibatkan petugas dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), Satpol PP, dan anggota LSM No Tabacco Community (NOTC). "Razia ini merupakan salah satu bagian dari sosialisasi Perda nomor 12 tahun 2009 tentang KTR," ujar Kasie Penyidik dan Penindakan Bidang Penegakan Perda, Sat.Pol.PP, Bugi Setiawan kepada LINGKAR JABAR.

Dalam sidang tipiring yang dipimpin  Hakim Achmad Irfir Rochman dengan jaksa penutut umum Pungki Kusuma Hapsari menjatuhkan vonis denda kepada 13 pelanggar perda KTR masing – masing sebesar Rp25 ribu.

Sebelumnya rombongan Dinas Kesehatan Provinsi Bali di terima Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor Edgar Suratman dan Sekretaris Dinas Kesehatan Dede Rukasa di Balaikota Bogor.

Sementara itu, Edgar memaparkan, bahwa perda No : 12 tahun 2009 yang diterapkan di Kota Bogor menjadi payung hukum yang sangat kuat untuk mengatur penetapan kawasan tanpa rokok meliputi tempat umum, tempat kerja, tempat ibadah, tempat bermain atau berkumpulnya anak-anak, kendaraan angkutan umum, lingkungan tempat proses belajar mengajar, sarana kesehatan dan sarana olah raga.

“Perda ini memuat sanksi hukum bagi siapa saja yang melanggar berbagai aturan dalam perda tersebut,“ kata Edgar   
Ia mengatakan, keberadaan perda KTR untuk memberikan contoh kepada seluruh elemen masyarakat. “Kita berharap penerapan Perda KTR akan menjadi role model bagi suksesnya gerakan Kota Bogor bebas asap rokok,“ tukasnya.

Beberapa sopir angkot yang terjaring razia mengaku kaget saat harus menjalani sidang tipiring. Apalagi denda tipiring cukup memberatkan mereka. "Saya harus bayar denda Rp 20.000, padahal setoran belum ketutup," ujar Itoy salah satu sopir yang terjaring razia KTR.

Dia mengaku diberhentikan petugas DLLAJ saat akan masuk ke Jalan Taman Kencana. Awalnya dia menduga kalau saat itu sedang ada razia surat kendaraan. "Taunya saya disuruh ikut sidang karena merokok pas lagi nyopir. Terus terang saya belum tahu kalau pas nyopir enggak boleh merokok," ujarnya.

Hal senada dikatakan Andi, salah satu penumpang angkot yang terjaring razia. Dia menjelaskan, saat itu dia sedang naik angkot 08A jurusan Pasar Bogor-Taman Kencana dan duduk di depan dekat sopir. Tiba-tiba, di Jalan Taman Kencana, seorang petugas DLLAJ menghentikan angkot yang ditumpanginya. "Saya kaget pas petugas DLLAJ mengambil rokok yang lagi dihisap, dan nyuruh saya turun buat ikut sidang tipiring," ujarnya. ALI

 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger