' Ratusan Tower di Bogor Terancam Dibongkar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ratusan Tower di Bogor Terancam Dibongkar

Ratusan Tower di Bogor Terancam Dibongkar

Written By dodi on Tuesday, June 5, 2012 | 4:57 PM

BOGOR (LJ) - Sebanyak 232 tower di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, yang tidak mengantongi izin operasional menara (IOM), terancam di bongkar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) Kota Bogor. Pasalnya, menjamurnya tower yang bermasalah yang belum melengkapi izin.
    "Dari hasil pendataan yang ada di peroleh Pol.PP, sebanyak 232 tower belum memiliki IOM alias belem memiliki ijin yang lengkap. Bahkan dari petugas kami akan melakukan penyegelan jika masih belum melengkapi surat-surat yang resmi. Namun bila tidak segera melakukan penyesuaian perijinan terpaksa kami akan membongkarnya," kata Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Daerah (Gakperda), Priyatna Syamsah, saat dihubungi LINGKAR JABAR, lewat telepon genggamnya, Senin, (4/6).
    Untuk mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan aturan, Priyatna mengatakan, kepada perusahaan terkait untuk memperhatikan tata ruang dalam pendirian tower. Para perusahaan yang ingin mendirikan tower atau bangunan baru hendaknya memperhatikan aspek tata ruang seperti mencakup jalur hijau, jalur pemukiman, jalur niaga dan jalur ekonomi.
    "Jika semua aspek sudah terpenuhi, maka untuk mengurus perizinan lainnya seperti IMB sudah tentu akan mudah dan cepat. Dan jika semua sudah mengikuti aturan yang ada, tentu saja tidak akan ada pembongkaran bangunan liar," katanya.
    Baru-baru ini, kata dia, dari jajaran Sat-Pol.PP Kota Bogor, telah melakukan penyegelan tower di lokasi paledang RT 01 RW 01, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Penyegelan terhadap menara komunikasi base trans receiver (BTS) Paledang ini, dikarenakan belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
    "Penyegelan tower tersebut merupakan prosedur tetap (protap) dari Satuan Polisi Pamong Paraja (Sat Pol PP) Kota Bogor. Protap tersebut, berdasarkan kepada perda no 14 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Menara," imbuhnya.
    Priyatna menambahkan, pada hari ini merupakan jatuh tempo dari Surat Peringatan (SP) ke-3, maka dilaksanakan penyegelan sebelum menginjak ke tahap pembongkaran. Jajarannya sudah mengeluarkan surat peringatan ke-3, yang masing-masing SP tersebut jangka waktunya tujuh hari.
    "Setelah penyegelan, maka akan kita beri jangka waktu tujuh hari lagi untuk pembongkaran oleh pihak pemilik tower. Jika tidak ada respon, maka tower akan di bongkar oleh Sat Pol PP," paparnya.
    Sejak tahun 2012, Satpol PP juga sudah membongkar dan menyegel 27 bangunan yang tidak memiliki izin pendirian (IMB). Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2011 lalu, Satpol PP telah menyegel 20 bangunan liar seperti ruko, minimarket, rumah tinggal. Dari jumlah tersebut sebanyak 5 buah bangun telah dibongkar karena diketahui melanggar Perda. ALI

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger